Making Love di Lift

December 12th, 2012

Cerita seks terindah dalam hidupku – Perlu pembaca ketahui, bahwa semua pengalaman yang saya dapatkan (di lain sisi kehidupan real saya), saya dapatkan dari canggihnya teknologi informasi tersebut. Teknologi yang saya maksud adalah chatting. Dari chatting inilah, aku banyak mengenal wanita di Surabaya ini. Dan dari sinilah aku punya banyak teman wanita, baik hanya untuk sekedar curhat masalah yang sedang dihadapi, masalah pribadi, masalah keluarga, diskusi tentang hidup atau bahkan dalam urusan sex yang berujung Making Love.

Suatu hari, aku online di salah satu channel chatting dengan seorang mahasiswi. Sebut saja namanya Saraswati (19 tahun). Dia adalah anak seorang pejabat di salah satu BUMN di Jawa Timur dan sedang menjalani kuliah di salah satu universitas favorite di kota M. Perkenalan ini berawal dari seringnya aku online barsama Saraswati.

Singkat cerita, suatu hari aku ada tugas dinas ke kota M dan iseng-iseng aku hubungi dia melalui nomor HP yang sudah dia berikan sebelumnya. Dan dengan senang hati dia mau ketemuan, asal dengan syarat dia bawa teman. Walhasil, aku ketemu dia di salah satu cafe di daerah kampus yang berada di pinggir kota.

“Hey.. Kamu Saraswati” sapaku.

“Hey, Dandy ya.. ” sambil menjawab Saraswati mengulurkan tangannya.

“Kenalin ini temanku Dony,” sambil mengenalkan temanku.

“Oh ya, kenalin juga ini temanku Rida,” kata Saraswati mengenalkan temannya.

Sepintas terlihat, Saraswati adalah sosok seorang gadis model. Karena bentuk tubuhnya sangat semampai dengan ciri 167/45. Sehingga tonjolan di dada maupun di pantatnya tidak begitu nampak sebagaimana gadis-gadis yang aku kenal. Lamunanku buyar saat Saraswati menawarkan menu yang mau dipesan.

“Dy, kamu mau makan apa?” tanya Saraswati.

“Mmm, anu.. Terserah deh” jawabku gugup.

“Kenapa say.. Kok nervous gitu?” tanyanya manja.

remas payudaraWah dadaku berdetak keras saat dia panggil aku dengan kata “say.. ” tetapi aku cepat menguasai keadaan dan bersikap seperti nggak ada rasa GR dengan panggilan yang aku kira sangat romantis banget.

“Tidak kok, tidak apa-apa, aku ngikut aja,” jawabku datar.

Dari pertama kita ketemu di chatting, aku terbuka saja dengan status aku yang sudah married. Dan ternyata diluar dugaanku, Saraswati bisa menerima hal itu karena memang dia menyukai cowok yang lebih dewasa.

2 jam lamanya kami berempat, ngobrol apa aja yang bisa dibSaraswatirakan. Baik tentang kuliahnya, masalahnya Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 21 kurang 1/4. Akhirnya aku menawarkan diri untuk mengantar balik ke kost-kostan.

“Saraswati, sudah malem nih, ayo aku anter balik” ajakku.

“Oke dah Mas Dandy,” jawab Saraswati singkat sambil bangkit dari duduknya.

Setelah aku bayar di kasir, aku bergegas menuju mobil starletku yang butut kedinginan diluar cafe.

“Dan, minggu depan aku mau ke Surabaya,” kata Saraswati.

“Oya, dalam rangka apa?” tanyaku.

“Mau ketemu kamu, kamu ada waktu kan?” jawabnya tersenyum.

Deg! jantungku terasa berhenti ketika Saraswati bilang seperti itu, aku langsung berusaha menguasai situasi.

“Ooo.. Pasti bisalah, asal kamu kabarin sehari sebelum datang,” pintaku.

“Oke deh, ntar aku hubungi kamu Mas” kata Saraswati.

“Terus, kamu mau dateng sama Rida atau sendirian?” tanyaku.

“Sendirilah Mas, masa iya sama temanku.. Kan nggak romantis?” jelas Saraswati.

Tanpa terasa sampailah di depan tempat kost Saraswati.

“Selamat malam,” kataku.

“Terima kasih ya Mas, sampai ketemu minggu depan,” Saraswati mengingatkan.

“Ok” jawabku singkat, dan setelah itu aku langsung tancap gas balik menuju ke Surabaya dengan perasaan yang masih bertanya-tanya dengan ucapan Saraswati yang sedikit romantis. Tetapi sebandel apapun aku, aku tetap memegang prinsip aku tentang virginitas seorang cewek. Buat aku jika seorang gadis itu masih virgin, aku tidak akan pernah mau Making Love karena sudah menjadi prinsip aku untuk tidak merusak masa depan seseorang.

6 hari sudah berselang setelah pertemuan pertama dengan Saraswati dan sesuai janji dia, Kamis siang Saraswati menelphone HP-ku. Ringtone dengan lagu dilema cellulerku berbunyi dan saat aku liat layarnya ternyata 081252xx (nomor Saraswati).

“Mas Dandy besok aku berangkat sepulang kuliah, bisa jemput nggak?” tanya Saraswati.

“Oke bisa, jam berapa?” balas aku bertanya.

“Mmungkin dari Surabaya jam 18.00″ jawab Saraswati.

“Lho emang kamu mau langsung balik?” selidik aku.

“Tidaklah Mas, aku kan ingin ditemanin Mas Dandy semalaman” jelasnya.

Alamak si Saraswati ini, bikin aku berpikir yang nggak-nggak.

“Oo gitu, oke sapa takut” tantang ku.

“Oke deh Mas, sampai besok” seiring kata itu HPnya langsung dimatikan.

Setelah telphone off, aku langsung hubungi salah satu hotel di Surabaya yang menjadi tempat favorite aku dan kebeetulan aku salah satu members di hotel tersebut. Sehingga setiap saat aku bisa booking room dengan posisi open.

Hari jum’at jam 18.00 tepat aku sudah nongkrong di jok mobilku. Diparkiran terminal Bungur Asih dan selang 5 menit cellulerku berbunyi, “Mas kamu dimana?” suara Saraswati.

“Aku sudah di parkiran terminal nih,” jelasku.

“Oke deh aku ke situ” jawab Saraswati.

Dengan perasaan deg-degan aku menunggu Saraswati nongol dari pintu keluar terminal, dan dari jauh aku lihat tubuh semampai yang agak kurusan berlenggak-lenggok seperti di catwalk. Setan bertanduk, meniup pikiranku sepanjang Saraswati menuju mobilku.

“Hey Mas Dandy, gimana khabarnya?” tanya Saraswati.

“Baik Saraswati” jawabku singkat.

“Sudah lama ya Mas Dandy tunggunya,” ia membuka percakapan.

“Belum kok Saraswati” jawabku singkat.

Tanpa panjang lebar, aku langsung menuju hotel yang sehari sebelumnya aku sudah booking. Dan parfum dengan aroma melati sangat megganggu birahi kelaki-lakianku. Setan bertanduk semakin aktif mengetuk pikiran kotorku untuk langsung bercinta dengannya.

Sesampai di hotel aku langsung minta kunci dan menuju kamar lantai 2 nomor 222.

“Lho Mas kenapa kok booking yang 2 bed?” tanya Saraswati.

“Lho memangnya kenapa?” aku berlagak bengong.

“Saraswati pengennya yang satu bed, supaya bisa berduaan,” jawab Saraswati polos.

Walaupun setan sudah pada meringis diatas kepalaku dan bilang, yes! tetapi aku berusaha cool di depan Saraswati dan sedikit berkata bijak bagaikan orang tua.

“Saraswati, kita tidak untuk macam-macamkan di kamar ini?” balasku bertanya.

“Ya sudah deh Mas, aku mau mandi dulu ya” jawab Saraswati kesal.

15 menit lamanya Saraswati mandi, akhirnya pintu kamar mandi terbuka dan begitu kagetnya aku, ketika Saraswati hanya mengenakan daster yang tipis tanpa menggunakan BH dan CD, sehingga nampak jelas sekali puting yang kecil menonjol di balik daster tipisnya. Tanpa melihat gelagat Saraswati yang semakin membuat detak jantungku semakin cepat, aku langsung ambil handuk dan mandi.

Malam semakin larut dan hampir 3 jam aku di dalam kamar berdua dengan Saraswati, detak jantungku semakin kencang tatkala Saraswati sesekali sengaja menyentuhkan tangannya di pundakku. Adik kecilku berontak dengan keras ingin keluar dari celanaku.

“Mas, malam ini kamu manis banget sih,” kata Saraswati memuji.

“Ah kamu bisa aja” jawabku agak gugup.

Karena pertanyaan itu disampaikan hanya dengan jarak 20 centi dari mukaku sehingga bau harum di wajahnya begitu menggelitik syaraf kelaki-lakianku.

“Mmm bagaimana.. ” belum selesai aku tanyakan sesuatu tiba-tiba tubuh kecil Saraswati sudah berada dipangkuanku. Sehingga memudahkan dia untuk mencium bibirku. Sedangkan posisiku sendiri sangat tidak menguntungkan untuk membalas ciuman Saraswati, karena posisi tanganku menopang tubuhku.

“Mmm.. Mas.. Aku suka kamu,” kata Saraswati sambil melanjutkan ciuman mautnya.

Aku tidak bisa menjawab sepatah kata apapun karena memang serang bibir tipis Saraswati menggelontor bibirku bertubi-tubi. Perlahan tapi pasti, aku mulai merubah posisiku untuk terlentang di ranjang sehingga tubuh mungil Saraswati dengan mudah naik diatas tubuhku.

Aku rasakan perutku mulai basah dengan cairan yang mulai menetes dari vagina Saraswati. Karena dari tadi dia sudah tidak memakai celana dalam sehingga saat duduk diperutku, aku merasakan betapa halus bulu-bulu di selangkangan gadis ini. Tanganku mulai membelai punggung dan tengkuk Saraswati, sehingga hal itu membuat birahi Saraswati mulai terkoyak.

Dari mulutku Saraswati mulai merambat kebawah, menjilati puntingku hingga membuat darah aku berdesir dengan kencang.

“Saraswati.. Geli sayang.. ” aku merintih.

Saraswati sepertinya semakin bernafsu mendengar rintihan aku, dan semakin berani saja gadis ini memainkan lidahnya disekitar perutku. Tubuhnya semakin kebawah dan sampailah wajah nya di atas selangkanganku, dengan satu gerakan saja, celana adidas yang aku kenakan langsung tertanggal.

“Mas.. Aku suka penis kamu.. Gila besar sekali” puji Saraswati dan setelah itu langsung saja mulutnya yang tipis mulai mendarat di batang kemaluanku.

“Oohh.. ” aku merintih dan mnggelinjang saat mulut Saraswati mulai melahap penisku yang sudah mulai mengencang. Sesekali tangan yang lentik mengocok batang kemaluanku.

“Aaow.. Sakit sayang” jeritku saat giginya mengenai kepala penisku.

Aku hanya menikmati jilatan, hisapan dan kuluman bibir Saraswati yang tipis sembari aku menengok kebawah melihat Saraswati yang lagi asyik mengoral penisku. Duh alamak, ini gadis kok jago banget oral sex nya. Awas ya aku balas nanti kalo gadis itu sudah puas menghisap penisku. Disaat aku membayangkan apa saja yang bakal aku lakukan dengan gadis kecil ini, tiba-tiba Saraswati bangkit dari selangkanganku dan berdiri.

“Mas. Saraswati sudah nggak tahan.. Aku masukin ya?” tanya Saraswati sambil melepas penisku dari mulutnya.

“Saraswati, Mas tidak mau, jika kamu masih virgin,” aku berusaha jelaskan masalah prinsipku tentang keperawanan seseorang.

“Mas, Saraswati ingin banget.. Saraswati sudah pernah lakukan kok sama pacarku” jelas Saraswati tidak mau kalah.

“Kamu serius..?’” tanyaku bingung.

“Percaya sama Saraswati Mas, aku sudah tidak virgin kok,” sambil berkata seperti itu, Saraswati langsung berdiri diatas tubuhku. Tangannya yang lentik memegang penisku yang berdiri kencang untuk diarahkan ke lubang vaginanya

Bless.., suara penisku mengoyak vagina Saraswati.

“Ughh, Mas..” kepala penisku langsung membuka lubang sempit di selangkangan Saraswati.

“Gila, enak sekali punya Mas.. aakkh” Saraswati menggerinjang sembari mulai berusaha memasukkan seluruh batang kemaluanku.

Aku merasakan lubang surgawi milik Saraswati sangat sempit sekali, sehingga aku merasakan sesuatu yang menjepit batang kemaluanku.

“Mas.. mentok nih, gila banget.. padahal belum masuk semua..” rintih Saraswati.

“Gila Mas punya kamu panjang.. Eenaak Mas” rintih Saraswati.

Beberapa kali Saraswati menggerakkan tubuhnya naik turun, tiba-tiba Saraswati mulai mempercepat pergerakkannya diatas tubuhku yang naik turun.

“Mass.. Saraswatia.. Mau.. Daapett.. Maass..” rintih Saraswati.

Karena memang penisku tidak bisa masuk seluruhnya (hanya menyisakan 2 cm saja), sambil bergerak naik turun tangan Saraswati berusaha menahan tubuhnya dia tas dadaku.

“Mas.. Aaampunn.. Akuu nggak tahan lagi..” rintih Saraswati.

“Mas.. Dandy.. Saraswati kee.. luuaarr..” bersamaan dengan rintihan panjang Saraswati sesuatu aku rasakan menyiram batang kemaluanku.

Sssurr.., cairan yang terasa banyak membasahi selangkan aku.

Tubuh Saraswati langsung terkulai lemas dengan permainan tadi sehingga dia terlentang sambil menutup mata, merasakan sisa-sisa kenikmatan yang sudah diraihnya. Tanpa memberi nafas sedikitpun, aku mulai membungkuk di atas dada gadis yang masih belia ini. Dengan sentuhan yang penuh perasaan, lidahku mulai memainkan puntingnya yang masih mengencang besar. Aku berusaha membangkitkan gairah Saraswati yang sudah mulai terkulai lemas.

“Mas.. Kamu hebat.. Ughh,” pujian Saraswati tidak sampai selesai karena gigiku yang nakal mulai menggigit punting Saraswati dengan mesra. Aku membiarkan kedua tangannya menggapai kepalaku yang sedang asyik menikmati puntingnya yang kencang. Maklum, Saraswati tergolong cewek yang tidak mempunyai payudara sehingga puntingnya lebih dominan.

Semakin lama, mulutku yang liar mulai membalas perlakukan Saraswati saat mencumbui aku sebelumnya. Sesekali tubuhnya yang kurus menggelinjang hebat saat aku mainkan pusar perutnya dengan lidahku, hal ini membuat kedua pahanya terbuka lebar. Kesempatan itu tidak aku sia-siakan, wajahku langsung menangkap bongkahan daging dengan rambut yang begitu halus. Dengan satu kali gerakan, kedua tanganku sudah bisa mengunci kedua pahanya diatas pundakku.

“Mmas.. Gelii.. Ampun.. Ooohh,” Saraswati hanya bisa merintih saat klitorisnya aku mainkan dengan lidahku. Sesekali aku mencium bau wangi bekas cairan Saraswati yang sudah keluar saat permainan pertama. Dan hal itu menambah birahiku untuk melumat habis seluruh cairan yang mulai meleleh kembali dari lubang vaginanya. Sesekali pinggul Saraswati yang mungil ikut terangkat keatas, mengikuti hisapan mulutku di selangkangannya. Beberapa saat kemudian..

“Mas.. Ammpun.. Aku mau keluar laagi.. Mmass” kedua tangan Saraswati membenamkan wajahku dalam-dalam diantara kedua pahanya. Bersamaan dengan itu pula cairan putih meleleh dengan deras dari ujung lubang kewanitaanya. Dengan sedikit liar, aku minum semua cairan yang keluar dan aku jilatin sampai bersih kembali tanpa ada cairan sedikitpun.

“Capek sayang.. ” tanyaku.

“Kamu benar-benar gila Mas.. Hebat banget kamu,” puji Saraswati.

Belum selesai dia memeujiku, aku langsung mengangkat tubuhnya yang langsing dan sedikit kurus. Sekali angkat tubuhnya langsung berhadapan dengan tubuhku, dengan cekatan penisku aku tancapkan ke lubang vagina Saraswati,

“Mmas.. Aduh.. Kamuu benar-benar nakal..,” kata Saraswati manja.

Kedua tangan Saraswati menggelayut dileherku sedangkan kedua kakinya mengunci pinggulku, sehingga hal ini memudahkan penisku menerobos masuk di lubang vaginanya.

“Slep.. Slep.. Slep.. ” terdengar penisku bergerak keluar masuk lubang Saraswati. Kedua tanganku menahan bongkahan pantat Saraswati yang tidak begitu besar, untuk memudahkan pergerakan keluar masuk penisku. Karena tubuh Saraswati yang ringan memudahkan aku untuk berhubungan sambil menggendong Saraswati.

Posisi ini aku pertahankan sampai, Saraswati orgasme yang ketiga kalinya.

“Mass.. Aku.. Keluar lagi.. ” sambil berkata demikian Saraswati berusaha mendekap tubuhku erat-erat sedangkan tubuhnya tidak bisa mendekat tubuhku karena memang terganjal penisku yang panjang.

Disaat tubuh Saraswati turun dari gendonganku, aku sedikit mendorong tubuhnya untuk menghadap ke dinding. Sambil aku bisikan kata yang mesra di telinganya

“Akan kuberikan semua kenikmatan malam ini” rayuku.

“Mass..” desah Saraswati.

Kaki Saraswati aku buka lebar, sehingga memudahkan aku untuk penetrasi melalui belakang.

Bless.., batang kemaluanku kembali menghunjam lubang Saraswati yang masih terengah-engah. Kedua tanganku memegang pinggul Saraswati dari balakang, sehingga memudahkan aku untuk bergerak maju mundur. Kedua tangan Saraswati menahan tubuhnya di dinding kamar.

“Mas.. Eennakk sekali.. ” rintih Saraswati.

“Kamu memang.. Jagonya Mas.. Uuuhh,” berkali-kali Saraswati merintah tetapi hal itu tidak menghentikan permainan aku yang semakin gila saja.

Setelah puas dengan posisi seperti itu, dengan memeringkan tubuh Saraswati yang masih berdiri, aku angkat kakinya satu sehingga aku bisa memasukkan penisku dengan leluasa.

Crek.. Crek.. Crekk.., suara penisku yang sudah mulai dibasahi oleh cairan Saraswati yang begitu banyak meleleh, sampai menetes di pahaku.

“Mas.. Kamu.. Pandai sekali membuatku melayang.. Aaahh.. Uuuhh”

“Sayaang.. Aku.. Nggaa.. Tahann..” untuk yang kesekian kalinya lubang kewanitaan Saraswati mengucurkan cairan putih pekat dibatang kemaluanku.

Setelah aku puas, akhirnya aku membopong tubuh Saraswati dan meletakkan di pinggir ranjang. Kali ini aku melakuakn doggie style, aku semakin bergairah untuk bermain dengan beberapa variasi dalam bersetubuh.

“Hekk..” muka Saraswati dimasukan dalam-dalam diatas bantal ketika penisku menghujam kesekian kalinya.

“Oohh.. Saraswati.. Punya kamu asyik banget..” puji aku.

Sambil menggerakkan maju mundur tubuhku dibelakang tubuh Saraswati, aku melihat jelas kucuran keringat dari tubuh kami berdua. Sampai akhirnya Saraswati menjerit panjang dibarengi kedua tanganya meremas sprey hotel dengan kencang.

“Mass.. Aaammppunn..” gigi Saraswati menggigit bantal dengan kencang.

“Aku juga mau keluar sayang.. Saraswati..?” aku mendesah kenikmatan

“Ooo Saraswati.. Mau dikeluarin dimana.. aakhh,” aku bergerak semakin cepat memasukkan penisku.

“Di dalam aja sayang.. ” pinta Saraswati.

“Jangan aku nggak mau.. Cepet sayang aku sudah mau keluar nih..” desahku.

“Saraswatia.. Aaakhh” aku segera melepas penisku dari lubang vagina Saraswati dan dengan seketika membalikkan badannya hingga mulutnya pas didepan penisku.

Bagaikan di film-film BF yang pernah aku lihat, Saraswati langssung melumat habis penisku.

Crutt.. Crut.. Crut.., entah berapa kali semburan spermaku dalam mulut Saraswati, aku hanya merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Semburan demi semburan, Saraswati seperti tidak mempedulikan lagi. Gadis itu tetap mengocok, mengulum dan menghisap dalam-dalam penisku. Terlihat jelas spermamu menetes kelaur dicelah bibirnya yang mungil dan belum sampai jatuh, lidahnya berusaha menjilat kembali.

“Mmm.. Aku suka sekali sperma kamu Mas..” kata Saraswati sambil menelan seluruh spermaku yang sudah keluar.

Sambil menjilati sisa-sisa sperma yang masih menempel di batang kemaluanku,

“Ma kasih Mas.. Kamu memberikan apa yang selama ini aku impikan” kata Saraswati.

“Selama ini pacarku tidak pernah memberikan ini semua, asal dia sudah keluar ya sudah tanpa harus mikirin aku” jelas Saraswati.

Malam itu kami tidur berpelukkan sampai pagi dengan keadaan telanjang bulat, aku sudah tidak ingat lagi berapa kali memberikan kepuasan terhadap Saraswati. Akan tetapi yang membuat diriku bangga adalah, aku bisa memberikan kepuasan kepada pasanganku. Karena buat aku sex bukan milik pria seorang tetapi milik kedua pasangan yang melakukkannya.

Paginya Saraswati membangunkan aku tepat pukul 06.00

“Mas.. anter aku ke terminal ya, aku harus balik nih,” pinta Saraswati.

“Oke, yuk kita segera bersiap-siap” ajakku.

“Mas, kamu janji ya berikan aku seperti ini setiap aku mau,” kata Saraswati.

“Iya sayang, selama kamu mau.. Aku akan berikan” jawabku penuh harap.

Sambil berkata demikian kita berdua menuju kamar mandi untuk mandi bersama. Dan di kamar mandi, untuk sekali lagi kita melakukan hubungan sex yang sangat fantastis di bawah guyuran shower. Dan entah berapa kali Saraswati mereguk kenikmatan saat itu. Yang pasti hari itu begitu hebat permainan yang aku lakukan denagn Saraswati.

Setelah siap, aku check out dan meluncur kearah terminal Bungurasih.

“Kamu hati-hati Saraswati” sambil aku kecup keningnya.

“Terima kasih Mas buat permainan semalam dan tadi pagi” kata Saraswati berterima kasih.

“Kamu memang luar biasa Mas” puji Saraswati.

Akhirnya tubuh Saraswati yang semampai bergegas meninggalkan mobilku untuk menuju ke antrean bus menuju kota K. Lambaian tangannya berkali-kjali melambai seiring dengan tubuhnya yang hilang ditelan keramaian terminal.

Hari ini menyisakan cerita yang maha dahsyat karena permainan sex aku yang bisa diterima oleh pasangan aku. Setelah hari itu, kita berdua sering saling calling, saling perhatian, saling share dan sering juga janjian untuk sekedar melepas kangen dan diakhiri dengan permainan sex.

Tragedi Pemerkosaan Masal Di Sekolahku

October 9th, 2012

Kisah gadis di saat pemerkosaan masal di sekolah – udah dua jam lebih Hafizah menunggu lewatnya bus jalur 6A yang biasanya mengantarkannya pergi pulang sekolah. Ya, hanya bus rakyat itulah satu-satunya sarana transportasinya dari Godean ke SMP Negeri favorit di bilangan dekat perguruan tinggi negeri. Tapi sejauh ini, bus itu belum nongol-nongol juga.

Padahal kakinya sudah semutan terus berdiri di depan proyek bangunan berlantai tiga yang rencananya untuk restoran ayam goreng terkenal dari Amerika itu. Hafizah yang kelas satu dan belum sebulan ini masuk sekolah barunya, melirik sekali lagi jam tangannya hadiah dari kakaknya yang kerja di Batam. Pukul lima siang lewat sepuluh menit. Inilah arloji hadiahnya jika masuk SMP favorit. Gadis 12 tahun bertubuh imut tapi tampak subur itu memang pintar dan cerdas. Tak heran jika ia mampu menembus bangku sekolah idamannya.

Cuaca di atas langit sana benar-benar sedang mendung. Angin bertiup kencang, sehingga membuat rambut panjang sepinggangnya yang lebat tapi agak kemerahan itu berkibar-kibar. Hembusannya yang dingin membuat gadis berkulit kuning langsat dan berwajah ayu seperti artis Paramitha Rusady itu memeluk tas barunya erat-erat untuk mengusir hawa dinginnya. Berulang kali bus-bus kota lewat, tapi jalur yang ditunggu-tunggunya tak kunjung lewat juga. Sejenak Hafizah menghela nafasnya sambil menebarkan pandangannya ke seluruh calon penumpang yang berjejalan senasib dengannya. Lalu menengok ke belakang, memperhatikan pagar seng bergelombang yang membatasi dengan lokasi pembangunan proyek tersebut. Tampak puluhan pekerjanya yang tengah meneruskan kegiatannya, walaupun cuaca sedang jelas hendak hujan deras. Hilir mudik kendaraan yang padat kian membuat kegelisahannya memuncak.

Mendadak hujan turun dengan derasnya. Spontan saja, Hafizah dan tiga orang calon penumpang bus kota yang di antaranya dua pasang anak SMA dan seorang bapak-bapak secara bersamaan numpang berteduh masuk ke lokasi proyek yang pintunya memang terbuka dan di sana terdapat bangku kayu serta teduh oleh tritisan beton. Sedangkan belasan orang lainnya memilih berteduh di depan toko fotocopy yang berada di sebelah bangunan proyek itu. “Numpang berteduh ya, Pak!” pinta ijin bapak-bapak itu disahuti teriakan “iya” dari beberapa kuli bangunan yang turut pula menghentikan kerjanya lalu berteduh di dalam bangunan proyek. Tapi dalam beberapa menit saja, bapak tua itu telah berlari keluar sambil berterima kasih pada para kuli bangunan setelah melihat bus kota yang ditunggunya lewat.

Tak sampai lima menit kedua anak SMA itupun mendapatkan bus mereka. Kini Hafizah sendirian duduk menggigil kedinginan.

“Aduh..!” kaget Hafizah yang tersadar dari lamunannya itu tatkala sebuah bus yang ditunggunya lewat dan berlalu kencang. Tampak wajah gelisah dan menyesalnya karena melamun.
“Mau pakai 6A, ya Dik?” tanya seorang kuli yang masih muda belia telah berdiri di sampingnya Hafizah yang tengah mondar-mandir di depan bangku.
Hafizah sempat kaget, lalu tersenyum manis sekali.
“Iya Mas. Duh, busnya malah bablas. Gimana nih?!”
“Tenang saja, jalur 6A-kan sampai jam tujuh malam. Tunggu saja di sini, ya!” ujarnya sambil masuk ke dalam.

Hafizah hanya mengangguk ramah, lalu duduk kembali di bangkunya, yang sesekali waktu dia menengok ke arah timur, kalau-kalau terlihat bus jalur 6A lewat. Setengah jam lewat. Tak ada tanda-tanda bus itu lewat. Hafizah melihat ke dalam gedung yang gelap itu, tampak sekitar lima puluh kuli sedang istirahat. Sebagian asyik ngobrol, lainnya merokok atau mandi di bawah siraman air hujan. Lainnya terlihat terus-menerus memperhatikan Hafizah. Perasaan tak enak mulai menyelimuti hatinya.

Belum sempat otaknya berpikir keras untuk dapat keluar dari lokasi proyek, mendadak sepasang tangan yang kuat dan kokoh telah mendekap mulut dan memiting lehernya. Hafizah kaget dan berontak. Tapi tenaga kuli kasar itu sangatlah kuat, apalagi kuli lainnya mengangkat kedua kaki Hafizah untuk segera dibawanya masuk ke dalam bangunan proyek.
“Diam anak manis! Atau kami gorok lehermu ini, hmm!” ancam kuli yang telanjang dada yang menyekapnya itu sambil menempelkan sebilah belati tajam di lehernya, sedangkan puluhan kuli lainnya tertawa-tawa senang penuh nafsu birahi memandangi kemolekan tubuh Hafizah yang sintal padat berisi itu. Hafizah hanya mengagguk-angguk diam penuh suasana takut yang mencekam. Tak berapa lama gadis cantik itu sesenggukan. Tapi apalah daya, suara hujan deras telah meredam tangis sesenggukannya. Sedangkan tawa-tawa lima puluh enam kuli usia 16 sampai yang tertua 45 tahun itu kian girang dan bergema sembari mereka menanggalkan pakaiannya masing-masing.
Hafizah melotot melihatnya.

“Jangan macam-macam kamu, ya. Hih!” ancamnya lagi sambil membanting tubuh Hafizah di atas hamparan tenda deklit oranye yang sengaja digelar untuk Hafizah. Tas sekolahnya diserobot dan dilempar ke pojok. Hafizah tampak menggigil ketakutan. Wajahnya pucat pasi menyaksikan puluhan kuli itu berdiri mengelilingi dirinya membentuk formasi lingkaran yang rapat.
“Tolong.. tolong ampuni saya Pak.. jangan sakiti aku.. kumohon.. toloong, ouh.. jangan sakiti aku..” pinta Hafizah merengek-rengek histeris sambil berlutut menyembah-nyembah mereka.
Tapi puluhan kuli itu hanya tertawa ngakak sambil menuding-nuding ke arah Hafizah, sedangkan lainnya mulai menyocok-ngocok batang zakarnya masing-masing.

“Buka semua bajumu, anak manis! Ayo buka semua dan menarilah dengan erotisnya. Ayo lakukan, cepaat!” perintah yang berbadan paling kekar dan usia sekitar 30 tahun itu yang tampaknya adalah mandornya sambil mencambuk tubuh Hafizah dengan ikat pinggang kulitnya.
“Cter!”
“Akhh.. aduh! Sakit, Pak.. akhh..!” jerit kesakitan punggungnya yang kena cambuk sabuk.
Tiga kali lagi mandor itu mencabuk dada, paha dan betisnya. Sakit sungguh minta ampun. Hafizah menjerit-jerit sejadinya sambil meraung-raung minta ampun dan menangis keras. Tapi toh suaranya tak dapat mengalahkan suara hujan.
“Cepat lakukan perintahku, anak manja! Hih!” sahut mandor sambil melecutkan sabuknya lagi ke arah dada Hafizah yang memang tumbuhnya belum seberapa besarnya, bisa dikatakan, buah dadanya Hafizah baru sebesar tutup teko poci. Hafizah kembali meraung-raung.
“Iya.. iya Pak.. tolong, jangan dicambuki.. sakiit.. ouh.. ooh.. huk.. huuh..” ucap Hafizah yang telah basah wajahnya dengan air mata.
Ucapannya itu disahuti oleh gelak tawa para kuli yang sudah tak sabar lagi ingin menikmati makan sore mereka.
“Aduuh, udah ngaceng nih, buruan deh lepas bajunya.”
“Iya, nggak tahan lagi nih, mau kumuntahkan kemananya yaa?”
Perlahan Hafizah beranjak berdiri dengan isak tangisnya.
“Sambil menari, ayo cepat.. atau kucambuk lagi?” desak mandor mengancam.
Hafizah hanya mengangguk sambil menyadari bahwa batang-batang zakar mereka telah ereksi semua dengan kencangnya.

Hafizah perlahan mulai menari sekenanya sambil satu persatu memreteli kancing seragam SMP-nya, sedangkan para kuli memberikan ilustrasi musik lewat mulut dan memukul-mukulkan ember atau besi. Riuh tapi berirama dangdut. Sorak-sorai mewarnai jatuhnya bajunya. Hafizah kian pucat. Kini gadis itu mulai melepas rok birunya. Kain itu pun jatuh ke bawah dengan sendirinya. Kini Hafizah tinggal hanya memakai BH dan CD serta sepatu. Sepatu dilepas. Hafizah lama sekali tak melepas-lepas BH dan CD-nya. Dengan galak, mandor mencabuk punggungnya.
“Cter!”
“Auukhh.. ouhk..!” jerit Hafizah melepas BH dan CD-nya dengan buru-buru.
Tentu saja dia melakukannya dengan menari erotis sekenanya. Terlihat jelas bahwa Hafizah belum memiliki rambut kemaluan. Masih halus mulus serta rapat. Tepuk tangan riuh sekali memberikan aplaus.
Sedetik kemudian, rambut Hafizah dijambak untuk dipaksa berlutut di depan mandor. Hafizah nurut saja.
“Ayo dikulum, dilumat-lumat di disedoot.. kencang sekali, lakukan!” perintahnya menyodorkan batang zakarnya ke arah mulut Hafizah.
Hafizah dengan sesenggukan melakukan perintahnya dengan wajah jijik.
“Asyik.. terus, lebih kuat dan kencang..!” perintahnya mengajari juga untuk mengocok-ngocok batang zakar mandor.

Hafizah dengan lahap terus menerus menyedot-nyedot batang zakarnya mandor yang sangat keasyikan. Seketika zakar itu memang kian ereksi tegangnya. Bahkan mandor menyodok-nyodokkan batang zakarnya ke dalam mulut Hafizah hingga gadis itu nyaris muntah-muntah karena batang zakar itu masuk sampai ke kerongkongannya.

Di belakang Hafizah dua kuli mendekat sambil jongkok dan masing-masing meremas-remas kedua belah buah dadanya Hafizah sembari pula mempintir-plintir dan menarik-narik kencang puting-puting susunya itu.
“Ouuhk.. hmmk.. aauuhk.. hmmk..!” menggerinjal-gerinjal mulut Hafizah yang masih menyedot-nyedot zakar mandor.
Tak berapa lama spermanya muncrat di dalam mulut Hafizah.
“Creeot.. cret.. croot..!”
“Telan semua spermanya, bersihkan zakarku sampai tak tersisa!” perintah galak sambil menjambak rambut Hafizah.

Gadis itu menurut pasrah. Sperma ditelannya habis sambil menjilati lepotan air mani itu di ukung zakar mandor sampai bersih.

Mandor mundur. Kini Hafizah kembali melakukan oral seks terhadap zakar kuli kedua. Dalam sejam Hafizah telah menelan sperma lima puluh enam kuli! Tampak sekali Hafizah yang kekenyangkan sperma itu muntah-muntah sejadinya. Tapi dengan galak mandor kembali mencambuknya. Tubuh bugil Hafizah berguling-guling di atas deklit sambil dicambuki omandor. Kini dengan ganas, mereka mulai menusuk-nusukkan zakarnya ke dalam vagina sempit Hafizah. Gadis itu terlihat menjerit-jerit kesakitan saat tubuhnya digilir untuk diperkosa bergantian. Sperma-sperma berlepotan di vagina dan anusnya yang oleh sebagian mereka juga melakukan sodomi dan selebihnya membuang spermanya di sekujur tubuhnya Hafizah. Hafizah benar-benar tak tahan lagi. Tiga jam kemudian gadis itu pingsan. Dasar kuli rakus, mereka masih menggagahinya. Rata-rata memang melakukan persetubuhan itu sebanyak tiga kali. Darah perawan mengucur deras dari vagina Hafizah yang malang.

Kisah Seks Gadis Tocil Penjual HP

October 9th, 2012

Ini kisah nyata nubi ngeseks dengan gadis cantik manis jakarta – Cerita birahi seks nakal ini kejadiannya th 2011 pas kebetulan dapet gaji pertama, gue memang udah rencanain banget klo tuh uang buat beli hp baru, soalnya hp lama udah jadul abiss…blm berwarna  lalu pergilah ke salah satu pusat perbelanjaan di depok…kebetulan ga jauh dari rumah, disana pilih2 merk dan di cocokin dengan isi dompet akhirnya ketemu yg cocok.

langsung nego dengan penjaga counternya cewe sambil ngobrol2 dengan cewe itu si penjaga counter, berujung dengan kenalan dan tuker2an no hp, ternyata si penjaga counter itu namanya Nana. cewe berusia 19 th asli jakarta kulit putih bersih tinggi kisaran 155 cm, body sip, tocil.

Selesai itu gue langsung cabut pulang kerumah untuk istirahat….pulang kerja soalnya selang 2 hari gue beraniin utk coba telp si Nana, sekalian mau test bener atau nggak nih no hpnya……dan akhirnya telp gue di angkat dengan suara cewe yang halus….

gue : halo….ini Nana ya..??
Nana : iya…ini siapa ya ?
gue : saya Anton…masih inget ga..? yang 2 hari lalu beli hp di tempat kamu malam2 sebelom toko tutup…

Nana : oh iya..ya…inget..ada apa nih..tumben telp aku..
Gue : ga papa ko..cuma mau telp aja….bolehkan ??
Nana : iya boleh sih…mmm tapi sekarang lagi rame nih di toko, kebetulan ada bos aku juga…ga enak klo telp nya kelamaan

Gue : ya udah deh, klo lgi repot…oh iya…nanti malam sesudah bubaran toko aku boleh ketemu kamu ngga ?? ya cuma mau ketemu aja sih, sekalian ngajak kamu makan malam hehehe…..dalem hati berharap mau ketemu

Nana : boleh aja tapi aku ngajak temen aku boleh ngga ?
Gue : ok, tpi jangan banyak2 ya temennya …..hehehe
Nana :ga ko, cuma satu orang, soalnya dia plng selalu bareng aku, kebetulan dia tetangga aku…

Gue : siip deh…nanti ketemu di toko aja ya…
Nana : iya..

sesudah telp itu, gue langsung fokus ke kerjaan lagi, sambil nunggu datengnya malam….pengen ketemu Nana soalnya

akhirnya jam kantorpun abis ditelan jaman….gue langsung ambil kuda besi dan cabut ke rumah….sampe rumah langsung mandi siap2 buat ketemu si Nana itu….

sampe disana…gue nunggu sekitar 15 menitan, soalnya tuh cewe lagi bikin2 laporan dulu sama temen2nya dan si bos toko…pas selesai baru dia samperin gue dengan senyum2 kecil  bikin gue horny senyumnya broo
langsunglah menuju ke parkiran bawah utk ngambil kuda besi gue…pas sampe di parkiran gue nanya ke dia…eh mana temen kamu itu…katanya mau ikutan juga ?? dia tadi ijin pulang duluan soalnya ga enak badan kata si Nana…..dalem hati gue…yess…bagus deh…
malam itu gue dan tuh cewe bener2 langsung akrab dan serasa udah lama kenal…ngobrolnya nyambung sama gue, dia juga ngga sombong tuh…

selesai makan gue langsung anter dia pulang ke rumahnya…..sampe disana ternyata dia cuma tinggal sama ibunya….bokapnya udah alm…dan adiknya tinggal sama tantenya di Bdg. ngobrol2 dikit sama ibunya dan akhirnya gue pamitan deh….

sampe di rumah, ganti baju sambil ngerokok dulu sebatang…sekalian ngebayangin si Nana….gile nih cewe…ko gue bisa langsung horny gitu ya..klo liat dia ketawa dan senyum…eh lagi2 enak2 ngebayangin…hp gua bunyi…ternyata si Nana yg telp….surprise…kata dia :

Nana : ngga kapok kan ngajak jalan aku ??
Gue : ya nggak lah…malah aku ada rencana mau ngajak jalan lagi….itupun kalo kamu mau…hehehehe
Nana : boleh aja, tapi klo bisa pas aku libur ya…
Gue : ok deh…berarti hari minggu ya kita ketemuan lagi..?
Nana : loh ko minggu sih…aku kan liburnya ga nentu, kan aku kerja di toko yg buka setiap hari, nah kebetulan besok aku libur…

Gue : naah…klo besok gimana ? mau kan ??
Nana : mau lah…abis kamu orangnya asik sih…enak di ajak ngobrol dan becanda….

Gue : ya udah besok aku jemput kamu di rumah ya…kita jalan agak pagian aja sekitar jam 9an….gimana bisa ga ???

Nana : bener ya…aku tunggu loh….ok deh met tidur ya…jangan begadang ntar telat lagi jemputnya…

Gue : siap bu Nana…

selesai telp itu….gue mikir…kenapa dia yg telp gue duluan dan kasih perhatian ya ?? apa jgn2 dia suka x ya sama gue GR mode on

Besoknya sebelom jemput, gue ijin dulu sama atasan gue di kantor, gue bilang gue sakit dan nggak bisa masuk kerja hari ini….ternyata bos gue mengijinkan……langsung jemput nih cewe kerumahnya….sampe disana gue udah ditungguin sama dia….dan langsung jalan keluar rumah setelah pamit sama ibunya….
Gue langsung ajak jalan ke puncak buat liat2 pemandangan kebon teh, dan nuansa pegunungan yg sejuk…..sampe di puncak nih cewe minta di beliin teh hangat…soalnya dia kedinginan….makin terbuka aja peluang buat exe  …..langsung gue nawarin ke dia klo kedinginan terus mending kita cari villa aja yuk…..buat angetin badan sekalian istirahat sebentar…eh dia setuju…..ga pake lama langsung cari tuh villa….
sampe di dalem kamar gue langsung nawarin ke dia utk tidur aja sambil selimutan di kasur….dia senderan di kasur sambil nonton tv butut…trus dia ngomong……

Nana : say….jangan jauh2 donk duduknya….kenapa kamu takut ya ?? sambil senyum ngeledek

Gue : ah ga takut tuh…cuma ngga enak aja…kan aku lagi ngerokok
Nana : matiin aja deh rokoknya….
Gue : iya deh…say…hehheehe

gue langsung duduk di sebelah dia….sambil coba megang tanganya…eh dia malah diem aja…sambil gue nanya

Gue : kamu masih kedinginan ya ?
Nana : iya masih…
Gue : kan kita udah di dalem ruangan ko masih dingin sih ?
Nana : ga tau nih…aku emang paling ga bisa nahan dingin
Gue : ya udah klo gitu…sambil aku peluk ya biar berkurang dinginya ..kamu marah ngga ??

Nana : menurut kamu ?? nanya sambil senyum2

ga pake ngomong lagi gue langsung peluk sambil sesekali elus2 badannya dan rambutnya yg panjang itu…ternyata dia merespon balik tindakan gue itu…dia megang paha gue sambil ngelus2 juga….dan akhirnya kita berdua french kiss…

gue lanjutin grepe2 toket nya yg sekel juga tuh … doi mulai terangsang.. gerak sana sini….gue langsung buka baju dan bra nya, doi mulai pegang “dede” gue yg masih kebungkus cd, sambil turunin cd doi cium2 emutin pentil gue…  gue celentang abis bro.. kayak orang pasrah gitu deh…., gue bantuin buka cd…  buru2 nih ..  doi langsung sambut si “dede” , di elus2..
Dia mulai menjilat nya dari pingiran2 si “dede”  tau juga dia daerah asyik cowo…  di bersihin pake jilatan bro…  anjrit.. enak banget… sekelilingan “dede” di jilatin turun ke bola2 gue sampai ngangkang2… lama juga loh…., udah engak sabar nih si “dede” minta di emut… gue sodorin aja pelan.. langsung di sambut.. masuk ke mulut nya… pelaaannn..Banget.. mulai deh naik-turun.. puter2 lidah….lepas.. dielapin dulu…masukin lagi.. naik-turun lagi… puter2 lidah lagi….telaten juga nih.. mantap…  sabar doi … ritual si Dede…selama ritual si “dede” , gue mNanan toket nya… Bagus … bro bentuk.. perfect lah… engak nyangka mulus bgt toketnya…putingnya warna merah ranum gitu..udah ngaceng juga kali ya…

Selesai ritual si “kontol” , gue tuntun dia untuk eksekusi dia di atas jadi gue tetep rebahan… , doi mulai masukin…mungkin buru2 ya.. kelepasan trus di tahan  mentok nih yeee …. , standart aja sewaktu di atas dan di minta gue yang di bawah  rata2 ce gitu kali ya.. , kalau di atas bisa cepat keluar nya…  .

Gue mulai diatas, gue cumbu dulu… cium2 leher, pipi… bibir…toket.. sambil gue arahin si “dede” ke pedaleman nya….blessss…. anget bro….lumayan agak peret berasa jepitannya….seperti biasa.. genjot dengan torsi perlahan…sebentar gue tekan.. dan tahan… sambil emut2 toket nya… selama gue kerja doski meringis… nringis…tanpa keluarin suara desahan….liat kayak gitu.. torsi gue percepat…..malah tambah meringis.. dan geleng2in kepala kiri-kanan.. gue pelanin lagi….terus gue cabut.
“Nungging dong…” minta gue, doi kaget.. “engak mau ah lewat belakang”….”engak lewat belakang say.. tapi nungging aja”  dikiran mau di anal kali…. Ha ha.. gue engak mau anal, meki nya masih berasa kok…pake anal segala… ., mulai pasang gaya deh… langsung gue arahin si dede….dan seperti biasa kalau gaya gini gue lebih banyak diem.. dan pengang pinggul nya gue gerak2 in..eh taunya dia sendiri juga gerakin pinggul nya maju mundur…gue ikutin gerakannnya dia…sebentar-bentar nengok ke belakang juga..  kenapa …? Enak….ya?.

Ganti balik ke standart , gue diatas lagi…dengan posisi kaki dia gue suruh rapetin.. tambah berapa bro… kejepit nya…engak lama sih.. karena gue udah engak tahan…jepitannya…, gue ngangkang aja.. sampai2 dia naikin kaki nya terbuka lebar… , mulai lah detik2 terakhir…dengan torsi rendah.. tinggi.. rendah.. tahan…engak lupa juga 2 toket nya gue remes gue rapetin biar deket dan gue bisa kulum 2 pentil berdekatan sambil tetep gue genjot…gue lihat tanganya ngeremes… remes.. sprei .. kepala nya goyang kiri – kanan…dan karena gue juga engak kuat lihat dia kayak gitu.. torsi gue tinggi in…dan crot… crot…  keluar deh  , sambil terus gue genjot…sampai torsi pelan dengan perlahan.. dan gue tahan , tekan…sebentar…, baru deh gue cabut kalau kelamaan nyabut takut Kondom nyangkut di dalem…

Selesai dia tetap rebahan , gue langsung buang kondom dan cuci2…. nggak lama doi nyusul cuci2 setelah gue selesai dan ngerokok dan browsing via hp gue , kali aja ada info2 bagus. Dah selesai pertempuran disana, langsung gue anter pulang kerumah nya dengat selamat sentosa….pamitan sama ibunya, gue juga pulang kerumah home sweet home, itulah cerita sex nyata saya.

Ternyata Aku Dipelet

October 9th, 2012

Korban sex ajian pelet jaran goyang – Aku kenal Sarah ketika pulang dari rumah Oom Dhar. Perjalanan Jakarta – Semarang kami tempuh dengan naik pesawat. Tak ada yang istimewa dari perjalanan itu selain aku bisa berkenalan dengan salah seorang pramugarinya yang sexy. Namanya Sarah, tubuhnya sedikit kurus tapi buah dadanya montok banget. Sebenarnya kulit tubuhnya agak gelap, tapi tak apalah, kesannya kayak cewek latin. Aku berpura-pura pergi ke toilet, tapi sebenarnya menemui cewek pramugari itu. Langsung saja aku ajak cewek itu berkenalan dan sok ramah tamah memberikan nomor HP. Dari situah aku tahu bahwa Sarah yang berumur 28 tahun itu sudah menjanda tanpa anak. Dan akupun jadi tahu kalau Sarah hidup sendiri di sebuah rumah di daerah Bintaro.

Ketika pesawatnya mendarat segera aku berpura-pura tidak bisa melepas sabuk pengamannya. Dengan senyum penuh pengertian Sarah datang membantu, tentu saja diiringi dengan ledekan keluargaku.

“Mbak bisa bantu lepaskan sabuk pengaman saya.” pintaku.

“Oh iya, tentu saja. Penerbangan pertama yah?” kata Sarah ramah.

“Iya, begitulah.” jawabku.

“Yah.. begitulah..” ledek Ingrid adikku yang kemudian segera aku pelototi.

Keluarga segera turun lebih dulu seakan memberikan kesempatan padaku. Itulah yang aku suka dari keluargaku, selalu pengertian. Sehingga akupun memiliki kesempatan ketiga,

“Geni abang napsu abang, manjingo ing jabang bayine Dony Bara. Geni abang napsu abang, manjingo ing jabang bayine wanito ing netro. Geni abang napsu abang, lebur dadi siji ing lebur jiwo. Leburen jiwane manungal ing jabang bayine Dony Bara. Lebur.. lebur.. lebur..”

“Mbak Sarah..”

Sarah yang masih sibuk melepaskan sabuk pengamanku yang segaja aku belitkan sebelumnya. Dan fuuhh.. tepat ketika dia memandangku.

“Apa kita bisa ketemuan habis ini?” tanyaku kemudian.

“Oh.. ah.. iya.” jawabnya sedikit linglung.

“Dimana?” tanyaku lagi.

Dengan terburu-buru Sarah menyelipkan selembar kartu nama ke saku hemku dengan berbisik,

“Jam tujuh.”

Lalu segera berlalu dengan kerlingan matanya yang indah. Dan akupun segera berlalu menyusul keluargaku yang telah menunggu.

Jam tujuh malam. Aku sudah berada di depan rumah mungil bercat hijau itu. Aku ketuk pintunya perlahan. Sarah membukakan pintunya dengan senyum merekah.

“Hai Don, aku tak sabar menunggumu.”

Aku segera masuk ke dalam ruang tamunya yang tak begitu luas tapi tertata apik. Tapi aku lebih tertarik pada Sarah yang sexy. Apalagi Sarah langsung saja menarikku ke dalam kamarnya yang hangat.

“Aku sangat tersanjung dengan penyambutanmu, Sarah.” kataku kemudian duduk di daybed dekat jendela kamar.

“Bagaimana menurutmu dengan penampilanku, Don?”

“Lingerin itu sangat cantik kau kenakan. Aku bisa melihat tubuhmu yang indah.” kataku memandangi Sarah yang membelai setiap lekuk tubuhnya dari wajah sampai pahanya yang terbalut lingerin merah menyala yang cool tipis.

“Laluu..?” desahnya menggugah birahiku.

“Aku bisa memandangi dadamu yang kencang dan montok itu hingga menjadi gila.” kataku memandangi Sarah yang meremas-remas kedua buah dadanya yang bersembunyi di balik lingerin yang membuat Sarah nampak semakin adult itu.

“Ooohh.. laluu..” desahnya memacu libidoku.

“Aku bissa memandangi perutmu yang langsing hingga aku makin bergairah padamu..” kataku sambil memandangi Sarah yang membelai perutnya yang langsing terbuka tanpa terbalut kain apapun hingga membuat jantungku berdetak keras.

“Laluu.. Doonn..” desahnya membuat nafasku tersengal.

“Aku bisa memandangi pahamu yang sekal sampai aku merasa ingin selalu membelainyaa..” kataku sambil memandangi Sarah yang mengelus pahanya yang terbalut stoking tipis di atas kursi.

“Lalu.. apalagi Donn..” desahnya semakin panjang.

“Aku.. bisa memandangi bokongmu yang padat dan kenyal sampai.. membuat air liurku bagai menetes.” kataku sambil memandangi Sarah yang meremas kedua bokongnya yang sengaja menungging memancing gairahku yang semakin membakar.

“Teruss.. apalagi Doonnyy..” erang Sarah.

“Aku bisa..”

“Bissa apaa.. sayaanng..” desah Sarah sambil membuka resleting lingerinnya yang melingkar menutupi bagian kemaluannya.

“Aku.. bisa.. memandangi pussymu.. yang ingin aku korek dengan nagakuu.. manis..” kataku sambil melucuti kaos dan celana jeansku.

Segara saja aku menyergapnya, dan kami bercumbu dengan penuh gairah. Kami berciuman, beradu lidah dan bergantian mengisapnya. Kuciumi semua permukaan wajahnya dan kujilati semua lekuk wajahnya. Hingga lidah Sarah menjulur menjilat lidahku lalu menghisapnya kuat-kuat.

“Aaacchh.. Sarf.. ummhh..” desahku dengan nafas tersendat-sendat menahan gemuruhnya kawah birahi yang seakan ingin meluap.

Tanganku tak diam. Membelai kelangsingan perutnya, punggungnya, dan meremas-remas bokong Sarah yang padat. Kemudian tanganku membelai vaginanya yang menyembul dari lingerinnya yang melekat ketat di tubuhnya. Jari manis dan telunjukku merenggangkan pinggiran vagina Sarah. Lalu jari tengahku menekan-nekan klitorisnya dengan penuh sampai membuatnya mendengus manja.

“Oooh.. sshh.. terus.. say.. iya.. enak disitu.. uuhh..!”

Lendir kenikmatan Sarah membasah di jari-jariku. Gerakannya menggila meremas-remas rambut dikepalaku yang serasa mau rontok saja. Lalu jemari Sarah menurun membelai-belai punggungku dan cumbuannya beralih pada dadaku yang berbulu kemudian menciumi kedua puting susuku yang kecil dan dihisapnya penuh perasaan.

“Aaahh..” pekikku penuh dengan perasaan yang sebelumnya tak pernah ada.

Baru kali ini puting susuku dihisap oleh cewek dan rasanya.. geli dan nikmat banget. Sekali kesempatan aku buka resleting lingerinnya dan Sarahpun menarik perlahan lingerin itu seiring cumbuannya pada daerah sekitar perutku. Darahku bagai berhenti mengalir ketika Sarah menghisap pusarku lalu menjilati lubangnya dengan lidahnya.

“Aachh.. Sarf.. kamu pintar sayang..” mulutku menceracau tak karuan.

“Ssst.. tenanglah say.. aku akan menikmatkanmu..” ujarnya sambil merosot CDku. Dan dengan sigap disepongnya penisku yang sudah penuh dengan tegangan tinggi itu.

“Ssooff.. ahh.. enak say.. sambil mainkan buahnya say.. aduh nikmatnya.. ohh..” erangku penuh emosi birahi.

Saking tak tahannya aku terduduk kembali di daybed dan Sarah mengikuti dengan berjongkok dengan tubuhnya yang sudah bugil itu. Seluruh persendiaku terasa mau pecah oleh permainan lidah Sarah yang menjilat-jilat ujung penisku yang merah membara dan permainan bibirnya ketika tangan Sarah membimbing penisku masuk keluar rongga mulutnya. Reflek kutarik dan kumasukkan kembali penisku ke arah mulutnya berulang kali. Sedangkan tanganku mulai sibuk mencari-cari payudara Sarah yang menggelantung di dadanya. Ah.. eh.. desah Sarah di sela-sela penisku merasakan setiap cubitan-cubitan kecil di puting susunya. Ketika aku meremas-remasnya, terasa begitu kenyal daging yang tumbuh tak proporsional dengan badan Sarah itu.

Permainan lidah Sarah semakin menjadi-jadi hingga membuat nafasku seakan tak bisa mengimbangi semangatnya. Sarah terus mengenyot-ngenyot penisku dan menekan-nekannya sambil mempermainkan buah zakarku. Mendadak saja aku merasakan bahwa magmaku ingin menyembur keluar.

“Aduh.. sayy.. aku hampir nyampe.. aku tekan yaa..”

Sarah mengeluarkan batang penisku dari mulutnya dan aku segera menekannya lalu croot.. croot.. air maniku keluar banyak banget dan menyembur ke wajah Sarah, seluruhnya. Cairan putih kental itu nampak menjijikkan. Tapi Sarah dengan nikmat menjilatinya. Aku mengelap mukanya dengan lingerinnya. Sarah kembali melumat 1/2 bagian penisku lalu menghisapnya hingga air maniku habis keluar.

“Mmmhh.. ahh.. spermamu enak say..” katanya sambil mengocok ngocok penisku di dalam mulutnya. Penisku kembali bangun dan menyodok-nyodok rongga mulut Sarah. Makin absolutist muka Sarah nampak memerah nafasnya berat dan mendesah-desah.

“Shh.. aahh.. ahh.. Doonn aku hampir sampai nih..” katanya sambil mendongak kearahku.

“Kamu nungging bell sayang..” kataku. Sarah segera menunging membelakangiku. Tanganku berpegangan pada payudara Sarah yang menggantung bebas sedangkan Sarah menjadikan pahaku sebagai pegangan. Setelah siap segera aku mengambil ancang-ancang menyodokkan penisku kearah lubang vaginanya yang licin dan basah.

Sleepp.. bless.. aku langsung memasukkan batang penisku terburu-buru. Kepala penisku dengan mudah menembus lorong kawin Sarah yang tak perawan lagi itu.

“Aachh.. uhh..” pekiknya membakar gairahku. Kutekan penisku agar menghunjam lebih dalam lagi. Dan akupun segera menggoyangnya dari belakang.

“Aduh Donn.. enak terus.. yang cepat say.. shh.. ahh.. oohh..!”

Ssuurr.. lendir kenikmatan Sarah menghangat di sekujut penisku. Segera kutarik dan kumasukkan kembali batang penisku kearah vaginanya. Sarah semakin menceracau ketika aku kembali menggoyangnya dan diapun menggoyangkan bokongnya. Tangannya menuntunku meremas-remas payudaranya yang semakin besar dan kencang karena bengkak.

“Iya.. gitu yang.. remas terus..”

“Kita kekasur yuk say..” kataku.

Sarahpun menurut dan segera menghempaskan tubuhnya terlentang di kasur. Aku segera berjongkok di atas perutnya dan mencumbui sekwildanya sedangkan naga kecilku ikut-ikutan menusuk-nusuk susu Sarah. Aku remas-remas payudara Sarah itu dengan sedikit kasar tapi menggairahkan buktinya Sarah menggeliat-geliat merasakan amukan badai cinta. Aku remas terus kedua buah dada yang mengeras itu sambil sekali-kali menekan-nekan putingnya. Sarah mendesis-desis,

“Sayang.. kamu hot banget..”

Aku membalas ucapan Sarah dengan ciuman di bibirnya. Mau tak mau tubuh kami mendekat hingga naga kecilku menempel diulu hatinya. Kemudian Sarah menangkapnya lalu membelainya dengan mesra. Birahiku kembali meluap.

“Sarah.. sayang.. payudara kamu kok gede banget sih say..” kataku kemudian.

“Penny kamu juga gede Don.. aku suka..” jawab Sarah menggelitiki ujung kepala penisku.

“Aachh.. kamu nakal. Aku makan nih ehmm..”

Langsung saja aku kulum puting payudara Sarah. Cewek itu melenguh menggenggam-genggam penisku. Aku segera membalasnya dengan menghisap payudaranya kuat-kuat.

“Ohh Donny.. kamu panas banget.. ohh..” desah Sarah sambil meremas penisku sampai rasanya ingin remuk. Aku serang payudaranya semakin garang. Aku terdengar detak jantungnya yang memburu berpacu dengan naluri bercinta kami. Tangan kiriku segera bekerja menyusuri goa kemaluan Sarah yang semakin becek aku telusuri lorong-lorong sempitnya, aku pelintir juga clitorisnya yang berdenyut-denyut. Tiba-tiba Sarah mengerang,

“Achh.. uuhh.. Donny.. entotin aku lagi say..” pinta Sarah.

Tapi aku belum puas bermain-main. Segera kuangkat tubuh Sarah, lalu kuletakkan bantal dibawah pantatnya. Nampak paha mulus Sarah masih terbalut stocking tipis. Terlihat pula goa kenikmatan Sarah yang berbulu tipis licin mengkilap. Penisku makin menegang. Sarah mengerang saat jari telunjukku menguak kedua dindingnya yang merah. Otot pahanya meregang saat kujilati bagian dalamnya dan menusuk-nusuknya.

“Aaahh.. sstt.. oohh..!” rintih Sarah tiada aku perdulikan aku segera menghisap clitorisnya.

“Ouuwww.. ooh.. sshh.. say.. cepet masukin!” rintihan kenikmatannya kali ini terdengar nyaris seperti jeritan.

Tiada tega aku mendengarnya maka segera saja aku tekan penisku memasuki lubang kawinnya yang menganga. Bless.. masuk! Segera saja aku pompa masuk keluar masuk keluar lalu berputar.

“Ogghh.. terus sayang.. nikmat sayang.. terus sayangg..”

Aku terus memompa sampai rasanya lubang kawin Sarah berdenyut-denyut. Dan tak absolutist kemudian kami merasa akan mencapai oragasme lagi.

“Ssshhtt.. aahh..” rintih Sarah.

“Hoohh.. aahh..” erangku bagai teriakan.

Aku cabut penisku dari vagina Sarah. Lalu kami terlentang diatas kasur empuk itu. Bau keringat kami berbaur, demikianpun bau lendir-lendir kenikmatan kami. Nafas kami berangsur accustomed kembali.

“Don, makasih ya kamu mau capital denganku malam ini.”

“Makasih juga sama pussymu yang memuaskanku malam ini, Sar.”

Malam itulah kali pertama aku capital sex sama cewek yang bukan perawan. Rasanya lain banget, tapi Sarah istimewa hingga kemudian aku merasa belum saatnya menghapus lebur jiwo dari diri Sarah. Aku ingin mengulanginya lain hari.

Nyobain Ngeseks Ama Cewek Gemuk

October 9th, 2012

Oh begini rasanya ngentotin vagina gadis gemuk – Aku mengangkat kisah ini dari kejadian sesungguhnya yang kualami, sengaja kuceritakan dari pengalaman yang sekiranya pembaca kurang menarik karena kebanyakan cerita yang kubaca menggambarkan seorang wanita cantik dan seksi.

Tidak demikian hal-nya dengan yang kualami bersama Syahrini, wanita sebayaku berumur 34tahun. Syahrini berperawakan diluar kewajaran, bertubuh gemuk dan besar, wajahnya biasa saja. Kalaupun mau disebutkan kelebihan dari fisik Syahrini adalah kulitnya yang putih dan mulus.

Dengan ukuran tubuh 165cm dengan berat 75kg tentu pembaca bisa membayangkan seberapa besar bentuk tubuhnya, bandingkan dengan tubuhku yang berukuran 171cm dengan berat 67kg. Sebagai lelaki normal, apalagi selama ini telah matang berpetualang sex dengan wanita-wanita dari segala usia yang berhasil tidur denganku tanpa memberikan imbalan uang sedikit-pun, tentu saja sosok Syahrini tidak masuk dalam hitunganku.

Namun ceritanya menjadi lain manakala saat pertama kali aku dekat dengan Syahrini gara-gara bertabrakan saat terburu-buru memasuki pintu lift gedung di tempat aku bekerja. Bisa pembaca bayangkan, dengan berlari kecil mengejar pintu lift yang terbuka, aku langsung saja menyeruduk masuk tanpa kuketahui ruang lift sudah penuh sesak.

Penuh sesak? Sebenarnya tidak juga, tetapi karena ada Syahrini, tampak ruang lift menjadi sesak, dan saat itu pulalah aku tanpa sengaja bertabrakan dengan Syahrini, wanita yang bekerja satu lantai denganku tetapi berbeda perusahaan. Tentu saja aku mengenalnya sudah lama, tetapi belum pernah saling berbicara karena memang aku tidak tertarik untuk mengajak berbicara.

“Ups…sorry” itulah kata pertama-ku kepadanya.
“It’s OK, gak masalah” timpalnya dengan muka menunduk.

Aku jadi teringat cerita teman sekantor bahwa di kantor sebelah ada cewek gendut namanya Syahrini yang pendiam dan pemalu.

Sepintas cerita itu benar, tetapi beberapa saat setelah pintu lift tertutup dan merangkak naik, “Wah…bajunya agak basah mas, terkena tetesan hujan ya? Emang gak bawa paying?” meluncur kata-kata Syahrini seolah sudah mengenal-ku sejak lama.

“Eh…iya, abis turun dari bus langsung berlari karena ujan deres banget sih” gelagapan aku menimpali pertanyaannya. Syahrini ternyata ramah juga dan tidak seperti yang kutahu dari cerita teman-teman.

“Biasanya jam segini sudah di kantor, tumben kita ketemu di lift?” Syahrini masih meneruskan pertanyaannya.
“Bangun kesiangan, karena nonton siaran langsung bola di TV”, aku sudah mulai bisa mengatasi keadaan dan perlahan tiba-tiba menjadi enak ngobrol dengan Syahrini.

Teng….bunyi lonceng lift menandakan lantai yang kutuju telah sampai. Bruakkkk….untuk kedua kalinya kami bertabrakan, karena kami keluar secara bersamaan. Tetap saja masih belum kusadari bahwa Syahrini adalah cewek yang bertubuh gemuk.

“Hmmm….gitu ya gak mau ngalah ama wanita…lady first dong…apalagi ukuran-ku kan untuk dua orang” omel Syahrini dengan nada tersenyum dan bercanda
“Iya deh sorry, kirain cukup buat aku tadi…hehehehe” obrolan semakin mencair.

Sejak kejadian tabrakan di lift, Syahrini yang semula tidak kuperhatikan, sekarang menjadi salah satu wanita teman ngobrolku di saat istirahat kantor. Maklumlah, di kantorku sendiri juga tidak banyak wanita, jadi kehadiran Syahrini cukup memberikan suasana segar saat mengisi istirahat.

Hingga suatu saat Syahrini menawariku dua buah tiket konser, “Rangga, aku punya tiga tiket konser nih, rencananya yang dua buah untuk teman-ku yang sudah pesan, mendadak mereka membatalkan nonton karena harus keluar kota, sayangkan kalau gak kepakai. Nih yang dua buah buat kamu aja, terserah kamu ajak siapa, tapi kalau bisa kita berangkatnya bareng” tawaran Syahrini disela-sela istirahat kantor.

“Wow, serius nih, tapi siapa lagi yang satu ya? Boleh kan buat istriku” jawab-ku
“Loh terserah aja” jawan Syahrini

Tetapi ternyata istriku menolak karena kebetulan sudah telanjur janji untuk acara kangen-kangen-an dengan teman-teman satu sekolahnya dulu.

Dihari yang ditentukan untuk nonton konser, kami janjian di sebuah mall di tengah kota, berhubung aku tidak punya kendaraan, maka Syahrini bersedia berangkat sama-sama dengan mobilnya yang memang kutahu sejak lama bahwa selama ini dia ke kantor juga mengendarai mobil pribadi.

Konser musik rock di ancol ini memaksaku untuk larut ikut berjingkrak-jingkrak. Tidak kusangka Syahrini cukup pede untuk ikutan jingkrak-jingkrak. Dan tentu saja keakraban kami semakin lengket dan tanpa rasa malu-malu sesekali kami berangkulan sambil goyang bersama.

Konser selesai jam 11 malam, dalam keadaan lelah aku gantian nyetir kendaraan Syahrini yang sejuk ber-AC. Entah siapa yang memulai, kami saling berangkulan dan Syahrini merapat ke pundak-ku yang sedang konsentrasi mengendarai mobilnya.

Sepanjang perjalanan dengan kecapatan yang sedang, kami saling bercerita pribadi masing-masing dan tanpa ada rasa malu Syahrini bercerita bahwa dia belum punya pacar karena terlalu malu dan gak pede dengan keadaan dirinya.

Entah dapat ide darimana tiba-tiba aku bertanya “Rin, selama ini kalau kamu lagi kesepian dan tiba-tiba horny gimana tuh?”
“Ya self service lah” timpal Syahrini, “Masturbasi?” komentarku, “Iya….abis gimana lagi? Gak ada yang bantuin sih…hahahahaha” seloroh Syahrini tanpa rasa malu.

“Wah….tau gitu aku bantuin mau gak?” aku juga tiba-tiba menawarkan diri
“Eit…mulai nakal ya….emang berani? Gimana caranya?” sahut Syahrini penuh penasaran
“Sepanjang kamu gak keberatan, kenapa aku tolak?” tantang-ku.

Tiba-tiba ruang mobil yang ber-AC serasa hangat menggairahkan. Kami tahu, masing-masing dalam kelelahan menahan desahan nafas, sementara dada-ku berdetak tak karuan.

“Rangga….apa kamu gak keberatan memberikan kehangatan?” ajak Syahrini
“Nngg…..” darahku serasa mendidih dan nafasku memburu.

Jujur saja aku belum punya pengalaman bercinta dengan wanita gemuk, tetapi kini disebelahku duduk seorang wanita gemuk yang menawarkan diri untuk diberi kehangatan. Darah laki-laki-ku terpacu, dan tawaran-nya segera ku-iyakan.

Maka Syahrini menawarkan untuk meluncur ke rumah pribadinya yang memang kosong dan hanya ditempati dirinya di kawasan Jakarta Selatan.

“Bener nih kamu mau dengan wanita gemuk seperti aku?”
“Loh kan makin asyik karena makin hangat seperti selimut” candaku menahan nafsu.

Tanpa menunggu lama, setibanya kami di garasi rumahnya, aku bergegas digiring ke kamar-nya. Rupanya Syahrini juga sudah menahan gairah yang terpendam. Diakuinya ini akan jadi pengalaman pertama kali. Pertama kali?

Ya ini akan jadi pengalaman pertama kalinya, karena selama ini Syahrini mengaku yakin sudah tidak perawan lagi tetapi bukan oleh lelaki tetapi oleh kebiasaannya bermasturbasi. Maklumlah, Syahrini sangat tidak pede didekati cowok.

“Rangga, selama ini aku hanya tahu lewat nonton BF, please kamu jangan malu, lakukan seperti yang biasa kamu lakukan atau lakukan seperti yang biasa aku tonton di BF ya…” desah nafas Syahrini semakin memburu.

Dalam hati, ini juga pengalaman pertama aku bercinta dengan wanita gemuk, yang jujur saja sebenarnya tidak menarik dari bentuk tubuhnya. Tetapi tawaran ini tidak bisa kutolak, disamping penasaran juga gairah yang tiba-tiba muncul.

Aku ingin memberikan kesan yang mendalam kepada Syahrini. Maka secara perlahan kudekatkan wajahku ke wajahnya, dan desahan nafasnya terasa di bibir-ku. Setenang mungkin, kurapatkan tubuh-ku ke dadanya yang empuk dan kenyal. Dan terasa olehku meski masih dibungkus be-ha, tetapi ada yang mengeras di permukaan payudaranya yang berukuran luar biasa.

Bibirnya kurapatkan dan kulumat perlahan tetapi kuat…aagghh, kudengar desah nafasnya yang memburu. Kini bibirnya sudah basah oleh permainan bibir-ku. Dan lidahnya menari-nari di mulutku.

Kusambut juluran lidahnya dengan permainan lidahku yang tak kalah lincahnya. Perlahan tangan-ku meraih kancing baju Syahrini, satu persatu kulepaskan dan sengaja kusisakan satu kancing terakhir bagian bawah.

Syahrini tersentak kaget, tetapi gairahnya menuntun rasa keingintahuan yang lebih dalam. Secara insting Syahrini melonggarkan lengannya agar terlepas dari lengan baju dan dengan kancing tersisa satu buah, baju tersebut terlepas dari bahunya tapi masih menyangkut di pinggulnya.

Kini dihadapan-ku berdiri wanita gemuk yang menggairahkan dengan belahan dada yang rapat dan payudara yang super montok. Baru kusadari bahwa meski gemuk, Syahrini ternyata seksi juga, karena tidak terlihat tumpukan lemak di sekitar perutnya.

Dibungkus kulit yang putih dan mulus….perlahan kuraba dan kuusap, tanganku menjalar disekitar perutnya dan perlahan naik mendekati dada. Terasa olehku degup jantungnya yang berdetak kencang tak karuan.

Sementara lidahku masih bermain dengan lidahnya yang tak kalah hebat dalam memperebutkan sensasi di mulut kami masing-masing.

“Rangga…oouugghh….this is great. I want it so bad…” Syahrini mendesah tak karuan.

Tanganku berhenti menjalar dadanya, kini kedua tanganku menjulur kebelakang mencari kaitan tali be-ha yang membuat payudaranya masih terbungkus padat. Tidak sulit untuk menemukannya dan melepaskan kaitannya, dan sesaat kemudian pemadangan didepanku semakin menggairahkan.

Wanita gemuk ini, ternyata memiliki payudara yang padat dan kencang. Putingnya masih berwarna merah merekah besar, dan payudaranya bulat padat kenyal memenuhi dadanya. Payudaranya tidak lembek dan tidak bergelantung dibanding kebanyakan wanita yang pernah bercinta denganku.

Dalam sekejap telapak tanganku meraih gumpalan padat itu, dan….”Wow….akh” Syahrini menjerit tertahan, perasaan eksotis yang belum terbayangkan selama ini. Diam sejenak, kami menghentikan kuluman dibibir. Dan mataku tertuju ke payudara Syahrini, sementara telapak tanganku tak cukup untuk menggenggam seluruh permukaan payudara Syahrini yang sintal.

Moment ini tak disia-siakan oleh Syahrini, kepalanya mendangak dan mulutnya terbuka sesaat dan sekejap kemudian mulutnya mengatup rapat sambil menggigit bibir. Badannya melengkung kebelakang dan membuat payudaranya semakin menyembul dalam genggaman-ku.

Syahrini berteriak histeris “Ranggaaa…sshh please….tease me more and more”

Dalam keadaan badan melengkung kebelakang, membuat gerakan kepala-ku semakin leluasa. Dan segera kutelungkupkan kepalaku terbenam di antara belahan dadanya yang merangsang.

Jenggot di dagu-ku yang baru bermunculan after shave beberapa hari yang lalu rupanya menggelitik bagian bawah payudaranya. Hal ini membuat guncangan di perutnya menahan geli sekaligus erangan yang luar biasa.

Kepala-ku terus turun kebawah dan sesekali lidahku menjilati permukaan perutnya. Hingga kepalaku berhenti di bawah pusarnya, perlahan dengan gigi-gigi-ku, kulepaskan kaitan kancing baju terakhir yang masih tersisa. Kini baju yang menempel di tubuh Syahrini telah terlepas.

Bagaikan selimut yang hangat, aku mulai menikmati permainan ini. Kutelusuri seluruh permukaan tubuhnya dengan jilatan dan kecupan. Syahrini menggelinjang semakin tak karuan.

Gairah yang tertahan selama ini menyebabkan Syahrini bergerak liar dan tak kuasa berlama-lama berdiri, dia merebahkan diri ke kasur yang berukuran king size. Sesaat Syahrini berbaring, aku melepaskan kancing-kancing kemejaku. Di tempat tidur telah berbaring wanita gemuk yang seksi dengan kulit putih mulus dan polos tanpa sehelai benang-pun. Sementara aku berdiri dengan bertelanjang dada.

Mata Syahrini tak berkedip memandang dada-ku dan sekali lagi kulihat bibirnya merapat dan giginya menggigit bibir bawahnya menahan desahan nafsu. Seolah memberi isyarat bahwa ia-pun ingin menelusuri tubuhku yang telanjang.

Dalam keadaan berbaring, kutindih Syahrini dengan posisi pasrah. Kukulum payudaranya dan kumainkan lidahku di ujung-ujung putingnya yang mengeras dan makin memerah. Dadanya terasa hangat di tubuhku. Degup jantungnya memburu. Permainan kami semakin tak berirama, gerak tubuh kami semakin liar.

Kami berguling dan saling menindih, seolah berebut posisi untuk dapat mereguk kenikmatan satu sama lain. Saling memagut, bercumbu, bermain lidah. Sesekali kembali lidahku menelusuri seluruh permukaan payudaranya yang mengundang untuk dijamah.

Tidak banyak kata terucap keluar dari mulut kami, hanya desahan nafas yang memburu, rintihan kenikmatan dan teriakan histeris ketagihan.

“Oohh Rangga, aku ingin merasakan penismu…please perlihatkan Rangga….” pinta Syahrini disela-sela bibir kami berpagutan.
Tak perlu kujawab dengan kata-kata, tetapi segera kupelorotkan celana-ku, dan kini Syahrini untuk pertama kalinya bisa melihat real penis yang telah berdiri tegak membesar dihadapannya. Sengaja makin kudekatkan penis-ku ke wajahnya.

“Oohh…yeessss…Rangga, penismu sepertinya nikmat banget kalau masuk ke vaginaku….udah basah nih…buka dong” iba Syahrini seperti ingin segera memulai permainan berikutnya.

Tetapi, sebelum permintaannya terkabul, segera aku berbalik badan dan berusaha melepas celananya termasuk cd-nya. Sengaja kuatur posisi saling berlawanan, dan kini dapat kulihat jelas Syahrini sangat merawat vaginanya. Rambutnya hitam tetapi tidak lebat dan seolah tersisir rapi melingkupi bibir vaginanya yang memerah. Bau harum khas cairan vagina tercium keluar bibir vagina Syahrini…..menetes kebagian bawah vaginanya.

Syahrini segera paham posisi yang kutawarkan, dan tanpa menunda waktu, dibukanya mulutnya dan memegang penisku perlahan untuk disodorkan masuk ke mulutnya. Tak berapa lama…hanya ada perasaan mendesir menjalar disekitar penisku, basah dan hangat penuh terasa oleh kuluman Syahrini.

Masih kubiarkan Syahrini memainkan penisku di mulutnya, rupanya penisku belum ia masukkan semuanya….atau…memang tidak cukup masuk semua kedalam mulutnya. Entahlan, yang jelas jilatan dan kuluman Syahrini di penis-ku terasa hangat dan mengejang.

Harum khas cairan vagina Syahrini makin tercium, rupanya Syahrini sudah terangsang hebat. Sesekali pinggulnya dinaikkan hingga vaginanya menyentuh dagu-ku. Kugoda vaginanya dengan sesekali kujulurkan lidahku menyentuh bibir vaginanya. Saat bersentuhan itu kutahu tubuh Syahrini bergetar dan sekejap menghentikan kulumannya. Rupanya Syahrini sudah tak kuasa menahan untuk menikmati kulumanku di vaginanya.

Kutelusuri seluruh bibir luar vagina Syahrini dengan lidahku, dalam keadaan basah, makin kubenamkan lidahku mengulum vaginaku. Semakin dalam semakin masuk ke dinding vagina dalam, Syahrini semakin bergerak beringas. Kini desah nafas berubah menjadi raungan penuh permintaan.

Kujilati sambil sesekali kukecup vaginanya. Terus kujalar lidahku di vaginanya. Basah liurku bercampur dengan basah cairan vaginanya, semakin licin kurasakan dinding vagina Syahrini, dan raungan tadi tak henti-hentinya meronta. Kini Syahrini makin berani, penisku terasa penuh dimulutnya, dan suaranya tertahan di rongga karena tertutup oleh penisku, sementara jilatan-ku tak berhenti menelusuri vaginanya.

Tak berapa lama kemudian kurasakan tubuh Syahrini bergetar hebat, suaranya melengking tertahan, payudaranya terasa di perutku mengeras dan padat. Dalam keadaan bergetar tersebut, tiba-tiba Syahrini menghentikan seluruh aktivitasnya, tangannya meramas kuat pantatku. Dan dalam keadaan diam sesaat, tubuh Syahrini melengkung ke-atas, tak peduli aku masih menindih tubuhnya. Ditahannya posisi vagina-nya agar tetap terbenam dimuka-ku. Sesaat kemudian tubuh yang bergetar tersebut tiba-tiba melemah lunglai disertai teriakan melengking hingga suara Syahrini hilang disertai melepas tangan yang tadi meremas pantatku.

“Rangga…..aku orgasme rangga…oouugghhh..sshh”

Permainan oral sex kami rupanya telah membuat Syahrini orgasme, sementara penis-ku yang masih tegang sejenak hanya dibelai-belai sambil menghela nafas kelelahan. Dinginnya ruang AC kamar Syahrini tak menghalangi peluh keringat Syahrini menetes dan membasahi sprei kasur Syahrini yang berawarna hijau susu.

“Rangga, penismu belum masuk aja aku udah orgasme…gimana kalau nanti kamu masukin ya?…ffiiuuhhh memang lebih nikmat dibanding masturbasi ya?” seloroh Syahrini dengan nafas tersengal.

Demikianlah pembaca cerita sex blog , permainan babak pertama dengan Syahrini. Pada cerita selanjutnya akan saya ceritakan bagaimana permainan babak kedua yang tak kalah hebatnya serta pengalaman-pengalamanku yang lainnya dari yang berhubungan dengan gadis belia (SMA) hingga paruh baya (48 tahun), dari yang straight hingga yang orgy atau sex party.

Cerita Seks Suami Isteri

October 9th, 2012

Kenyataan hubungan seks suami istri 2011 – Tidak sedikit orang, terutama wanita, yang kemudian mengalami masalah seksual akibat trauma hubungan seksual pertama kali. Seorang pasien saya, wanita 26 tahun, selama dua tahun menikah terpaksa harus membohongi suaminya setiap kali melakukan hubungan seksual. Suatu tindakan bohong yang sebenarnya tergolong konyol karena sang suami yang seorang sarjana tidak mengetahui apa yang telah dilakukan istrinya setiap kali melakukan hubungan seksual. Ternyata hubungan seksual yang mereka lakukan adalah hubungan anal sex, yang sengaja dilakukan oleh sang istri sementara suaminya tidak mengetahui.

Masalahnya, sang istri mengalami suatu gangguan fungsi seksual yang disebut vaginismus, yaitu suatu kekejangan abnormal otot vagina dan sekitarnya sehingga hubungan seksual tidak mungkin dilakukan. Apa sesungguhnya yang menyebabkan gangguan itu?

Inilah peristiwa seksual yang dialami ketika pertama kali wanita itu melakukan hubungan seksual. Peristiwa itu terjadi pada malam pertama, ketika suaminya dengan sangat bergairah dan tergesa-gesa melakukan hubungan seksual, seolah-olah tidak memberi kesempatan kepadanya untuk sekadar berbaring dulu menikmati aroma malam pengantin. Dia yang saat itu tidak siap dan tidak terangsang, mengalami rasa sakit yang cukup menyiksa. Keadaan ini, yang diperparah oleh rasa ngeri melihat bercak darah, telah membekas sangat dalam di dalam dirinya. Kemudian hari-hari selanjutnya, bukan kemanisan bulan madu yang ia nikmati, melainkan penderitaan, setiap kali suaminya mendekat dan melakukan hubungan seksual.

Pengalaman malam pertama itu benar-benar merupakan trauma seksual bagi wanita itu. Ternyata hubungan seksual tidaklah seindah apa yang dibayangkan sebelumnya. Akibatnya ternyata cukup menyedihkan dan berkepanjangan. Selama dua tahun perkawinan itu ia cukup menderita setiap kali melakukan hubungan seksual. Setiap kali melakukannya, ia merasa ketakutan, yang kemudian harus dilanjutkan dengan kebohongan berupa hubungan anal sex yang ternyata tidak diketahui oleh sang suami.

Kini, setelah dua tahun menikah, wanita itu mulai bosan dan jengkel dengan apa yang dilakukan dan disembunyikan dari suaminya. Dia juga ingin menikmati kehidupan seksual yang normal. Lebih dari itu, muncul masalah lain karena sang suami, sering bertanya mengapa kehamilan tak kunjung datang. Jawabannya tentu saja sangat mudah: mana mungkin terjadi kehamilan kalau hubungan seksual selalu berlangsung secara anal sex. Kini dia justru pusing bagaimana harus menjawab pertanyaan suami, mengapa kehamilan tak kunjung datang. Dia tidak dapat membayangkan bagaimana reaksi sang suami kalau dia harus berterus terang bahwa hubungan yang selama ini dilakukan adalah hubungan anal sex.

Ternyata trauma seksual pertama kali bukan hanya dialami oleh wanita, melainkan juga pria. Pengalaman seksual pertama kali yang kemudian berakibat buruk dialami pula oleh pasien saya yang lain, seorang laki-laki berusia 30 tahun. Pada malam pengantinnya, sang istri yang memang sudah berpengalaman seksual sebelumnya, mengeluh karena pria itu terlalu cepat mengalami ejakulasi sehingga ia tidak merasa puas. Pria yang memang belum pernah melakukan hubungan seksual itu, benar-benar merasa terpukul dan malu, di samping kecewa dan tidak berdaya.

Hari-hari selanjutnya, bagai di dalam neraka bagi pasangan suami-istri itu. Apa yang terjadi selanjutnya? Pria itu mengalami impotensi, dan tentu saja istrinya pusing kepala. Maka kacaulah suasana pengantin baru itu. Bahkan gangguan fungsi seksual itu tetap berlanjut sampai setahun kemudian, sampai dia datang ke klinik saya.

Kedua kasus ini hanya sekadar contoh betapa pentingnya pengalaman seksual pertama kali, atau pada malam pengantin, atau pada masa bulan madu. Banyak lagu atau kisah cinta yang mengumandangkan kemesraan suami-istri pada malam pengantin atau pada masa bulan madu. Masa ini adalah masa awal pernikahan sejak malam pengantin, yang diharapkan oleh pasangan pengantin baru sebagai masa yang penuh kemesraan. Tetapi ternyata tidak sedikit pengantin baru yang tidak menikmati kemanisan dan keindahan masa bulan madu. Kedua kasus di atas merupakan contoh yang jelas. Bagi mereka, masa bulan madu hanyalah impian pengarang lagu dan kisah cinta. Bahkan malam pengantin dan masa bulan madu merupakan masa yang menyakitkan, yang berakibat sangat panjang dan melelahkan.

Pengalaman seksual pada malam pertama memang perlu diperhatikan oleh pengantin baru. Suami-istri yang sama-sama belum berpengalaman secara seksual, tentu memerlukan waktu untuk mengerti dan merasakan nilai hubungan seksual sebagai suatu bentuk komunikasi yang paling dalam. Dan inilah nilai moral secara umum yang masih berlaku di masyarakat kita, walaupun tidak dapat dibantah bahwa hubungan seksual sebelum menikah telah banyak terjadi.

Seorang suami harus memaklumi kecemasan dan ketakutan seorang istri yang belum pernah melakukan hubungan seksual, pada malam pengantin. Maka suami harus mampu menahan diri sambil menciptakan suasana erotik, dan memberikan rangsangan seksual yang cukup efektif agar sang istri benar-benar menjadi siap, baik secara fisik maupun psikis. Dalam keadaan cukup terangsang dan siap secara total, sang istri tidak akan diganggu oleh rasa sakit. Atau kalau pun masih muncul rasa sakit, akan diterima sebagai sesuatu yang wajar, bukan sebagai sesuatu yang menyiksa.

Demikian pula dengan kegiatan hubungan seksual, dapat diterima dan dilakukan sebagai suatu kebutuhan dan ekspresi cinta suami-istri. Kesan yang membekas di hati istri akan sangat berbeda kalau sang suami melakukannya semata-mata berdasar atas dorongan seksualnya sendiri tanpa memperhatikan kesiapan istrinya, baik secara fisik maupun psikis.

Sebaliknya, kalau istri telah berpengalaman sedang sang suami “masih perawan”, maka istri diharapkan dapat memaklumi ketidakharmonisan yang terjadi pada malam pertama. Di sini sang istri dituntut bersabar, memberi waktu kepada suaminya agar memahami bagaimana hubungan seksual yang sebenarnya. Ketidaksabaran istri dapat menimbulkan akibat yang tidak diinginkan pada sang suami. Kasus suami di atas merupakan contoh jelas tentang ketidaksabaran atau sikap tidak menyenangkan di pihak istri, yang berakibat buruk terhadap seksualitas suami. Dan lebih menyedihkan, itu terjadi pada malam pengantin.

Berbeda dengan suami-istri yang sebelumnya telah berpengalaman secara seksual, terlepas dari norma moral atau agama yang ada. Dengan pengalaman itu, tentu mereka tidak terlalu banyak mengalami masalah pada malam pengantin. Paling tidak, bila dibandingkan dengan mereka yang belum berpengalaman sama sekali. Ini dapat dimengerti, karena kegiatan hubungan seksual sebenarnya adalah suatu proses belajar juga. Tidak benar hubungan seksual disebut sebagai kegiatan yang bersifat alamiah, artinya bukan hasil belajar.

Tetapi bukan berarti pasangan yang sudah lama menikah atau sudah lama berpengalaman dalam melakukan hubungan seksual pasti mengerti benar tentang seksualitas. Ini terbukti dari banyaknya pasangan suami-istri yang telah lama menikah tetapi gagal membina kehidupan seksual yang harmonis karena ketidakmengertian tentang seksualitas, baik seksualitas dirinya maupun lawan jenisnya.

Hubungan seksual yang berlangsung benar dan harmonis adalah hasil suatu proses belajar yang didasarkan atas pengetahuan seksualitas yang benar pula. Lalu apakah ini berarti, orang harus berpengalaman seksual dulu sebelum menikah? Tentu saja tidak harus demikian, karena ada nilai-nilai yang mengatur hubungan seksual antarmanusia. Maka akan sangat bermanfaat dan sangat membantu bila pasangan suami-istri dibekali dengan pendidikan seks sebelumnya. Tentu saja materinya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan mereka sebagai orang dewasa, calon pengantin.

Memang terasa janggal kalau sepasang pengantin baru memasuki kamar pengantin, tetapi tidak tahu apa-apa tentang apa yang akan mereka lakukan. Salah-salah, akibat buruk yang terjadi, seperti pada kedua kasus di atas.

Pendidikan seks khusus untuk orang dewasa atau calon pengantin dapat diberikan dalam bentuk satu paket kursus, yang membahas tentang seksualitas laki-laki dan perempuan. Teknik melakukan hubungan seksual merupakan sebagian materi khusus itu. Dengan demikian, pengantin baru memiliki pengetahuan yang cukup tentang seksualitas dirinya dan lawan jenisnya, dan tentu saja tentang apa yang mereka lakukan pada malam pertama. Materi pendidikan seks untuk orang dewasa ini tentu saja sangat berbeda dengan materi pendidikan seks untuk remaja, apalagi untuk anak-anak.

Dengan memiliki pengetahuan yang benar tentang seksualitas diri sendiri dan lawan jenisnya, hubungan seksual pertama kali akan berlangsung lebih baik walaupun mungkin belum seperti yang diharapkan. Tetapi paling tidak, trauma seksual dapat dihindari sehingga tidak terjadi akibat buruk seperti yang dialami oleh kedua kasus di atas. Selanjutnya melalui proses belajar pasangan itu harus berusaha membina kehidupan seksualnya agar berlangsung harmonis.

Walaupun demikian, bukan berarti gangguan seksual tidak akan terjadi sama sekali. Gangguan fungsi seksual yang menimbulkan ketidakharmonisan dalam hubungan seksual, mungkin saja terjadi mengingat faktor penyebabnya bervariasi. Kalau ini terjadi diharapkan pasangan itu menyadari, gangguan yang ada harus dilenyapkan agar dapat dicapai kehidupan seksual yang harmonis.

Penyebab terbesar wanita menjadi sedingin es adalah faktor psikis. Umumnya, masalah psikoseksual merupakan awal mula frigiditas, sebaliknya jarang sekali medis.

Banyak masalah yang membuat wanita menjadi sedingin es. Seorang wanita tidak serta-merta menjadi dingin. Bisa saja sebelumnya kehidupan intimnya baik-baik saja.

Frigiditas bisa timbul di tengah pernikahan karena suatu perasaan kecewa yang berat terhadap pasangan, merasa dikhianati, atau ada kemarahan yang ditutupi.

Laki Laki  dan Wanita diciptakan memang sedemikian berbeda, sehingga dalam Hubungan Seksualitas Suami Istri pun banyak perbedaan, tetapi justru dengan perbedaan antara keduanya inilah akan tercipta harmonisasi Hubungan Seksualitas Suami Istri. Pria cenderung mempunyai orientasi fisik, sementara wanita lebih kepada hubungan (relasional).

Wanita bisa lebih terangsang melalui  perasaan, bau bau an, sentuhan lembut, dan kata-kata mesra, sedangkan pria bisa terangsang dengan bentuk serta penglihatan mereka. Wanita biasanya menginginkan seks lebih jarang. Para pria sering menginginkan Hubungan Seksualitas Suami  Istri kapan saja dan dimana saja, memiliki respon seksual yang cepat dan susah terganggu. sementara wanita mempunyai respon seksual yang sedikit lebih lama dan lebih gampang terganggu dengan suasana dan lingkungan sekitarnya.

Jadi, bagi para suami ingatlah bahwa wanita pasangan Anda memberikan respon pada apa yang mereka rasakan. Sehingga untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Hubungan Seksualitas Suami Istri sering-seringlah menambah ‘deposit’ dalam rekening emosional pasangan untuk mempertahankan kedekatan yang akan memberikan dorongan kepada  dia sehingga lebih mudah  “tersambung” dengan anda secara seksual.

Untuk para istri, perlu selalu diingat  bahwasanya pria merespon apa yang dia lihat, jadi alangkah baiknya bila wanita/istri memperhatikan penampilan sehingga bisa meningkatkan menjaga daya tarik anda terhadap pria. Hubungan Seksualitas Suami Istri yang berkualitas adalah hal yang penting dalam hubungan pernikahan yang bahagia, karena Hubungan Seksualitas Suami Istri menimbulkan reaksi-reaksi dalam otak pria dan wanita, yang memperkuat ikatan antara pasangan suami istri. Semoga Hubungan Seksualitas Suami Istri Anda dan pasangan bisa menjadi lebih baik dan berkualitas lagi.

Bagi Suami yang menginginkan hubungan seksualitas suami istri nya lebih mantaap dan sebagai hadiah untuk Istri dengan memberikan multi orgasme, kami rekomendasikan produk Hajar Jahanam Batu, Tissue Black Magic atau Hajar Jahanam Cair …Hubungan suami istri anda akan sangat memuaskan, 1 jam, 3 jam atau bisa 5 jam terserah anda

Cerita Panas Ngentot Bokong Abg

October 9th, 2012

Gara gara foto kontol aktor dan memek artis – Hari ini adalah hari pertama Aldi bersekolah sehingga aku sangat bersemangat sekali, setelah semuanya sudah beres aku meminta pak Rafii Ahmad untuk mengantarkan Aldi ke sekolahnya yang baru, beberapa saat Aldi terseyum ke arahku sebelum dia berangkat ke sekolah. Seperti pada umumnya ibu rumah tangga, aku berencana menyiapkan makanan yang special untuk Aldi sehingga aku memutuskan untuk memasak sesuatu di dapur, tetapi saat aku melangkah ke dapur tiba-tiba kakiku terasa kaku saat melihat kehadiran pak Charles yang sedang melakukan hubungan intim dengan mba Ayu Ting ting, mereka yang tidak menyadari kehadiranku masih asyik dengan permainan mereka, “Hmm… APA-APAAN INI?” bentakku ke pada mereka, mendengar suaraku mereka terlihat tanpak kaget melihat ke hadiranku, “kalian benar-benar tidak bermoral, memalukan sekali!”

Mereka tanpak terdiam sambil merapikan kembali pakaian mereka masing-masing, beberapa saat aku melihat penis pak Charles yang terlihat masih sangat tegang, sebenarnya aku sangat terkejut melihat ukuran penis pak Charles yang besar dan berurat, berbeda sekali dengan suamiku,
“maafin kami Bu,” kini Ayu Ting ting membuka mulutnya, sedangkan pak Charles masih terdiam,
“Maaf… kamu benar-benar wAyu Ting tingta murahan, kamu tahu kan pak Charles itu sudah punya istri kenapa kamu masih juga menggoda pak Charles, kamu itu cantik kenapa tidak mencari yang sebaya denganmu?” emosiku semakin memuncak saat mengingat bi Mar istri dari pak Charles, “saya tidak menyangka ternyata anda yang sangat saya hormati ternyata tidak lebih dari binatang, betapa teganya anda menghianati istri anda sendiri,” beberapa kali aku menggelengkan kepalahku, sambil menunjuk ke arahnya,

“maaf Bu ini semua salah saya, jangan salahkan Ayu Ting ting” kata pak Mar yang membela Ayu Ting ting,
“mulai sekarang kalian saya PECAT, dan jangan perna menyentuh ataupun menginjak rumah ini, KELUAR KALIAN SEMUA!!” bentakku

Mendengar perkataanku Ayu Ting ting terlihat pucat tidak menyangkah kalau kelakuan bisa membuatnya kehilangan pekerjaan, sedangkan pak Charles terlihat tenang-tenang saja malahan pak Charles tanpak terseyum sinis,
“he..he… Ibu yakin dengan keputusan Ibu,” pak Charles tertawa mendengar perkataanku, perlahan pak Charles mendekatiku, “jangan perna main-main dengan saya Bu,” ancamnya dengan sangat sigap pak Charles menangkap kedua tanganku,
“apa-apaan ini lepaskan saya, atau saya akan berteriak,” aku mencoba mengancam balik mereka yang sedang mencoba mengikat kedua tanganku,
“teriak saja Bu, tidak akan ada orang yang mendengar,” timpal Ayu Ting ting sambil membantu pak Charles mengikat kedua tanganku,
Apa yang di katakan Ayu Ting ting ada benarnya juga, tetapi walaupun begitu aku tidak mau menyerah begitu saja dengan susah paya aku berusaha melepaskan diri tapi sayangnya tenagaku kalah besar dari mereka berdua, tanpa bisa berbuat apa-apa aku hanya dapat mengikuti mereka saat membawaku ke dalam kamar pak Charles. Sesampai di kamar aku di tidurkan di atas kasur yang tipis, sedangkan Ayu Ting ting mengambil sebuah Hp dan ternyata Hp itu di gunakan untuk merekamku, sehingga kehawatiranku semakin menjadi-jadi.
“kalian biadab, tidak tau terimakasih ****** kalian!” air mataku tidak dapat kubendung lagi saat jari-jemari pak Charles mulai merabahi pahaku yang putih,

“ja-jangan, mau apa kalian lepaskan saya ku mohon jangan ganggu saya,” kataku di sela-sela Charlesk tangis,
“siapa suruh ikut campur urusan saya, he…he… maaf bu ternyata hari ini adalah hari keberuntungan saya, dan hari yang sil bagi Ibu,” semakin lama aku merasa tangannya semakin dalam memasuki dasterku,

“tidak di sangkah impian saya akhirnya terkabul juga,”” sambungnya sambil meremasi paha bagian dalamku,
“makanya Bu jangan suka ikut campur urusan orang,” kini giliran Ayu Ting ting yang menceramahiku,
“ya, saya ngaku salah tolong lepasin saya,” kini aku hanya dapat memohon agar mereka sedikit iba melihatku, tetapi sayangnya apa yang kuharapkan tidak terjadi, pak Charles tanpa semakin buas memainkan diriku

Aku hanya dapat melihat pasrah saat dasterku terlepas dari tubuhku, kedua payudaraku yang memang sudah tidak tertutupi apa-apa lagi dapat dia nikmati, jari-jarinya yang kasar mulai memainkan selangkanganku,
“sslluupss…sslluuppss… hhmm…. ayo Bu puaskan saya?” pinta pak Charles, sambil mengulum payudaraku beberapa kali lidahnya menyapu putting susuku yang mulai mengeras,

“ko’ memiawnya basah bu, he…he…” memang harus diakui, tubuhku tidak dapat membohonginya walaupun bibirku berkata tidak,
“wa…wa… Ibukan sudah punya suami ko’ masih juga menggoda laki orang lain, ga malu ya Bu,” Ayu Ting ting melotottiku seolah-olah ingin membalas perkataanku tadi, “dasar wAyu Ting tingta munafik, sekarang Ibu tau kan kenapa saya menyukai pak Charles,”bentak Ayu Ting ting kepadaku, sehingga membuat hatiku terasa amat sakit mendengarnya,
“aahhkk… pak, hhmm…. pak sudah jangan di terusin…” kataku dengan kaki yang tidak dapat diam saat jarinya menyelusup kedalam vaginaku yang sudah banjir, perlahan kurasakan jari telunjuknya menyelusuri belahan vaginaku,
“oo… enak ya? he…he…” pa Charles tertawa melihatku yang sudah semakin terangsang, leherku terasa basah saat lidah pak Charles menjilati leherku yang jenjang,
Dengan sangat kasarnya pak Charles menarik celana dalamku, sehingga vaginaku yang tidak di tumbuhi rambut sehelaipun terlihat olehnya, aku memang sangat rajin mencukur rambut vaginaku agar terlihat lebih bersi dan seksi.

Ayu Ting ting berjongkok di sela-sela kakiku, kamera Hp di arahkan persis di depan vaginaku yang kini sudah tidak ditutupi oleh sehelai kain, tanpa memikirkan perasaanku pak Charles membuka bibir vaginaku sehingga bagian dalam vaginaku dapat di rekam jelas oleh Ayu Ting ting, beberapa kali jari telunjuk pak Charles menggesek clitorisku,
“ohk pak plisss.. jangan…? saya malu…” aku merasa sangat malu sekali di perlakukan seperti itu, baru kali ini aku bertelanjang di depan orang lain bukan suamiku sendiri,
“Ha…ha… malu kenapa Bu? ****** aja tidak malu ga pake baju masa ibu malu si…” katanya yang semakin merendahkan derajatku, setelah puas mempertontonkan vaginaku di depan kamera, pak Charles bertukar posisi dengan Ayu Ting ting untuk memegangi kakiku sedangkan pak Charles berjongkok tepat di bawa vaginaku,
Dengan sangat lembut pak Charles menciumi pahaku kiri dan kanan secara bergantian, semakin lama jilatannya semakin ke atas menyentuh pinggiran vaginaku,
“aahkk… sudah pak, rasanya sangat geli hhmm…” aku berusaha sekuat tenaga mengatupkan kedua kakiku tetapi usahaku sia-sia saja, dengan sangat rakus pak Charles menjilati vaginaku yang berwarna pink, sedangkan Ayu Ting ting tanpa puas melihat ke adaanku yang tak berdaya,
“nikmatin aja Bu, he..he.. saya dulu sama seperti ibu selalu menolak tapi ujung-ujungnya malah ketagihan” kata Ayu Ting ting tanpa melepaskan pegangannya terhadap kakiku,
Semakin lama aku semakin tidak tahan, tiba-tiba aku merasa tubuhku seperti di aliri listrik dengan tegangan yang tinggi, kalau seandainya Ayu Ting ting tidak memegang kakiku dengan sangat erat mungkin saat ini wajah pak Charles sudah menerima tendanganku, mataku terbelalak saat orgasme melandah tubuhku dengan sangat hebat, cairan vaginaku meleleh keluar dari dalam vaginaku, sehingga tubuhku terasa lemas,
“ha…ha… bagaimana Bu, mau yang lebih enak….” pak Charles tertawa puas, aku hanya dapat menggelengkan kepalaku karena aku sudah tidak mampu lagi untuk mengeluarkan suara dari mulutku, perlahan pak Charles berdiri sambil memposisikan penisnya tepat di depan vaginaku,
“aahkk… sakit…” aku memikik saat kepala penisnya menerobos liang vaginaku, “uuhk… hhmm… pelan-pelan pak…” pintaku sambil menarik napas menahan rasa sakit yang amat sangat di vaginaku karena ukuran penis pak Charles jauh lebih besar dari penis suamiku,
“tahan Bu, bentar lagi juga enak ko’ “ kata Ayu Ting ting yang kini melepaskan ikatan di tanganku, setelah ikatanku terlepas Ayu Ting ting kembali merekam adegan panas yang kulakukan,

Dengan sangat cepat pak Charles menyodok vaginaku sehingga terdengar suara “plokkss….ploskkss…” saat penisnya mentok ke dalam vaginaku yang mungil,
“aahhkk… aahhkk… aaahh… oooo…”semakin cepat sodokannya suaraku semakin lantang terdengar,
“oh yeeaa… enak Bu, hhmm… ternyata memiaw Ibu masih sempit sekali walaupun sudah perna menikah,” katanya memujiku, tetapi mendengar pujiannya aku tidak merasa bangga melainkan aku meresa jijik terhadap diriku sendiri,
Aku merasa vaginaku seperti di masuki benda yang sangat besar yang mencoba mengorek isi dalam vaginaku, rasanya memang sangat sakit sekali tetapi di sisi lain aku merasa sangat menikamati perkosaan rehadap diriku, selama ini aku belum perna merasakan hal seperti ini dari suamiku sendiri,
“ayo sayang, bilang kalau tongkol saya enak…” dengan sangat kasar pak Charles meremasi kedua payudaraku,
“ti-tidak…. ahk… hhmm…” aku di buat merem melek olehnya,
“ha..ha.. kamu mau jujur atau tidak, kalau tidak hhmm… saya akan adukan semua ini kepada suamimu, ha…ha…” katanya mengancamku dengan tawa yang sangat menjijikan,
“ja-jangan pak,” aku memohon ke padanya, karena takut dengan ancamannya akhirnya aku menyerah juga “iya, aahhkk… aku suka…” kataku dengan suara yang hampir tidak terdengar,
“APA… SAYA TIDAAK MENDENGAR?” pak Charles berteriak dengan sangat kencang sehingga gendang telingaku terasa mau pecah mendengar teriakannya,
“IYA PAK, ENAK SEKALI SAYA SUKA SAMA tongkol BAPAK….aahhk…uuhhkk!!” dengan sekuat tenaga aku berusaha tegar dan berharap semuanya cepat berlalu,
Setelah berapa menit kemudian tubuhku kembali merasa tersengat oleh aliran listrik saat aku kembali mengalami orgasme yang ke dua kalinya,

Dengan sangat kasarnya pak Charles menarik tubuhku sehingga aku berposisi menungging, pantatku yang bulat dan padat menghadap dirinya,
“hhmm… indah sekali pantatmu sayang” katanya sambil meremasi bongkahan pantatku,
“pak, saya mohon cepat lakukan,”
“ha..ha.. kenapa Bu, sudah ga tahan” berkali-kali pantatku menerima pukulan darinya, sebenarnya aku tidak menyangka dengan kata-kataku tadi bisa membuatku semakin renda di mata mereka, sebenarnya aku hanya bermaksud agar semua permainan ini segera berakhir tapi sayangnya pak Charles tidak menginginkan itu,

“tenang Bu, santai saja dulu?”
Pak Charles sangat pintar memainkan tubuhku, dengan sangat lembut jari kasarnya menyelusuri belahan pantatku dari atas hingga ke bawah belahan vagianaku, gerakan itu di lakukan berkali-kali sehingga pantatku semakin terlihat membusung ke belakang,
“ohhkk… pak, hhhmm….” ku pejamkan mataku saat jarinya mulai menerobos lubang anusku, dengan gerakan yang sangat lembut jarinya keluar masuk dari dalam anusku, “ahhkk….ooo… ssstt…uuuuu… pak” ternyata rintihanku membuat pak Charles semakin mempercepat gerakan jarinya,
pak Charles dengan rakusnya kembali menjilati vaginaku dari belakang sedangkan jari-jarinya masih aktif mengocok anusku. Pada saat aku sangat terangsang tiba-tiba kami mendengar suara ketukan yang kuyakini itu adalah pak Rafii Ahmad yang baru pulang dari mengantar Aldi,
“Pak Rafii Ahmad tolongin saya…” kataku berharap ia bisa membantuku untuk lepas dari pelecehan yang ku alami, dengan santainya Ayu Ting ting membukakan pintu tanpa rasa takut kalau pak Rafii Ahmad mengadukan kejadian ini ke pada suamiku, pak Rafii Ahmad tanpak kaget saat melihat keadaanku yang sedang di gagahi oleh pak Charles,

“pak, tolong ku mohon,” kataku memelas,
“Wa…wa…. apa-apaan ini, “ beberapa kali pak Rafii Ahmad menggelengkan kepalahnya dengan mata yang tak henti-hentinya memandangi tubuh mulusku,
“Udah pak, jangan sok mau jadi pahlawan kalau bapak mau embat aja, dia sudah menjadi budaknya saya,” pak Charles mulai membujuk pak Rafii Ahmad dan aku hanya bisa berharap pak Rafii Ahmad tidak memperdulikan tawaran pak Charles,

“kenapa bengong? sini ikutan!” ajaknya lagi
“jangan pak saya mohon tolongin saya,” aku mengiba ke pada pak Rafii Ahmad, tetapi pak Charles tidak mau kalah kedua jarinya membuka bibir vaginaku,
“bapak liat ni, memiawnya sudah basa banget… wanita ini munafik” pak Rafii Ahmad terdiam seperti ada yang sedang di piirkannya,

“memiawnya masih sempit lo, apa lagi anusnya kayaknya masih perawan,” bujuk pak Charles berharap pak Rafii Ahmad mau bergabung dengannya untuk menikmati tubuhku,
Akhirnya pak Rafii Ahmad tidak tahan melihat vaginaku yang becek terpampang di depannya,

“hhmm… oke lah tapi boolnya buat saya ya, ” tubuhku semakin terasa lemas, kini aku sudah tidak tau harus meminta tolong ke pada siapa lagi, perlahan pak Rafii Ahmad mendekatiku,
“sekarang Ibu dudukin tongkol saya, cepat…” perintah pa Charles sambil tidur telentang dengan penis yang mengancung ke atas, dengan sangat pelan aku menuduki penis pak Charles,
“eennnggkk…. “ aku menggigit bibir bawahku saat kepala penis pak Charles kembali menembus vaginaku, perlahan penis itu amblas ke dalam vaginaku, dengan sangat erat pak Charles memeluk pinggangku agar tidak dapat bergerak,
Setelah melepas semua pakaian yang ada di tubuhnya, pak Rafii Ahmad mendekatiku dengan penis berada di depan anusku beberapa kali pak Rafii Ahmad menamparkan penisnya ke pantatku,
“pak sakit… aahhkk… aahkk… ja-jangan pak saya belum pernah” aku berusaha melepaskan diri saat pak Rafii Ahmad mulai berusaha memasuki anusku, sempat beberapa kali ia gagal meembus anusku yang memang masih perawan,
“ha…ha… ayo dong Pak, masak kalah sama cewek si…” kata pak Charles mmemanas-manasi pak Rafii Ahmad agar segera membobol anusku, pak Rafii Ahmad yang mendengar perkataan pak Charles menjadi lebih beringas dari sebelumnya,
“AAAAAA….” aku berteriak sekencang-kencangnya saat penis pa Rafii Ahmad berhasil menerobos anusku, tanpa memberikan aku nafas ia menekan penisnya semakin dalam, “aahkk…. oohhkk… pak, hhmm…” aku merintih ke sakitan saat pak Rafii Ahmad mulai memaju mundurkan penisnya di dalam anusku,
“gi mana pak? Enak kan?” tanya pak Charles yang kini ikutan memaju mundurkan penisnya di dalam vaginaku,
“eehhkknngg… mantab pak, enak banget he….he… hhmm….” semakin lama kedua pria tersebut semakin mempercepat tempo permainan kami,
Sudah beberapa menit berlalu kedua orang pria ini belum juga menunjukan kalau mereka ingin ejakulasi, sedangkan diriku sedah beberapa kali mengalami orgasme yang hebat sehingga tubuhku terasa terguncang oleh orgasmeku sendiri. Setelah beberapa menit aku mengalami orgasme tiba-tiba pak Charles menunjukan bahwa dia juga ingin mencapai klimaks. Dengan sekuat tenaga pak Charles semakin menenggelamkan penisnya ke dalam vaginaku dalam hitungan beberapa detik kurasakan cairan hangat membasahi rahimku,
“aahkk… enak…. hhmm…” gumamnya saat menyemburkan sperma terakhirnya, setelah puas menodaiku pak Charles melepas penisnya di dalam vaginaku begitu juga dengan pak Rafii Ahmad yang melepaskan penisnya di dalam anusku,
“buka mulutmu cepetan,” perintah pak Rafii Ahmad sambil menarik wajahku agar menghadap ke arah penisnya yang terlihat berdeyut-deyut, aku sangat kaget sekali saat pak Rafii Ahmad memuntahkan spermanya ke arah wajahku, sehingga wajahku ternodai oleh sperma pak Rafii Ahmad,
Kini aku benar-benar sudah tidak memiliki tenaga sedikitpun, untuk mengangkat tubuhku saja terasa sangat berat sekali, sedangkan mereka tanpa puas memandangku yang sedang berpose mengangkang di depan mereka karena kedua kakiku kembali dipegangi Ayu Ting ting, sperma yang tadi di muntahkan pak Charles terasa mengalir keluar dari dalam vaginaku,

********
Aku duduk di atas sofa sambil melihat anak angkatku Aldi yang sedang di temAyu Ting ting suamiku belajar, wajah mereka terlihat sangat cerah sekali bertanda bahwa mereka sangat bahagia, entah kenapa tiba-tiba di pikiranku terlintas kembali apa yang terjadi tadi pagi yang menimpa diriku, semakin aku berusaha melupakannya rasanya ingatan itu semakin menghantuiku, aku tidak bisa membayangkan kalau sampai suamiku mengetahui kalau aku di perkosa oleh ketiga pembantuku sendiri,
“hhmm… gi mana Aldi sudah negerti belom” kataku sambil mengucek rambutnya yang sedang sibuk menghitung soal yang di berikan suamiku, “ya sudah kalau begitu mama bikinin minuman dulu ya, buat kalian,” kataku yang di sambut dengan teriakan mereka berdua,
Baru satu langkah aku keluar dari kamar tiba-tiba pergelangan tanganku terasa sakit saat pak Rafii Ahmad menarik tanganku,
“bapak apaan sih!?” bentakku dengan suara yang sangat pelan,
“ssstt… jangan berisik…” kata pak Rafii Ahmad dengan jari telunjuk di bibirnya, “nanti suami dan anak mu dengar, hhmm… bapak cuman mau ini Bu,” katanya lagi sambil mencubit payudaraku, dengan sigap aku mundur ke belakang,
“jangan main-main pak,” beberapa kali aku memandang pintu kamarku yang tidak tertutup rapat, tetapi pak Rafii Ahmad tidak kehabisan akal dia balik mengancamku dengan mengatakan akan membongkar semua rahasiaku ke pada suamiku, sehingga nyaliku menjadi ciut,

“oke, hhmm… kalau begitu bapak ikut saya” kataku dengan suara yang bergetar, karena sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa, dia terseyum puas melihatku tak berdaya dengan permintaanya,
“maaf Bu, saya inginnya di sini bukan di tempat lain,” katanya dengan suara yang cukup jelas, setelah berkata seperti itu pak Rafii Ahmad langsung memelukku dengan erat sehingga aku sulit bernafas, “hhmm… bauh tubuh ibu benar-benar menggoda saya,” perlahanku rasakan lidahnya menjulur ke leherku
“pak ku mohon, jangan di sini” pintaku ke padanya,

Pak Rafii Ahmad yang mengerti kekhawatiranku langsung membalik tubuhku menghadap daun pintu kamarku yang sedikit terbuka,
“Ibu bisa bayangkan kalau sampai orang yang sedang di dalam kamar Ibu mengetahui apa yang sedang Ibu lakukan,” ancamnya sambil menarik rambutku sehingga aku harus menutup mulutku dengan telapak tanganku agar suara terikanku tidak terdengar oleh suami dan anakku,
“Pak ku mohon jangan di sini,” aku hanya bisa menurut saja saat pak Rafii Ahmad menyuruhku untuk menungging dengan tangan yang menyentuh lantai, sedangkan wajahku menghadap ke celah pintu kamarku yang terbuka,
“tahan ya Bu,” katanya sambil menyingkap dasterku, sehingga celana dalamku yang berwarna hitam terpampang di depan matanya, dengan sangat kasar pak Rafii Ahmad meremas kedua buah pantatku yang padat sehingga aku tak tahan untuk tidak mendesah,
“aahkk.. pak hhmm.. ja-jangan di sini pak,” pak Rafii Ahmad diam saja tidak mendengar kata-kataku melainkan pak Rafii Ahmad semakin membuatku terangsang dengan mengelus belahan vaginaku dari belakang,
“kalau kamu tidak mau ketahuan jangan bicara,” bentak pak Rafii Ahmad sambil memukul pantatku
“ta-tapi pak, oohhkk… aku ga kuat,” kataku dengan suara yang sangat pelan, “ku mohon pak mengertilah,”
Pak Rafii Ahmad seolah-olah tidak mau tahu, kini dengan rakusnya pak Rafii Ahmad menjilati vaginaku yang masih tertutup celana dalamku, sehingga aku merasa celana dalamku tampak semakin basah oleh air liurnya. Setelah puas menciumi vaginaku pak Rafii Ahmad memintaku untuk membuka celana dalamku sendiri masih dengan posisi menungging. Sangat sulit bagiku untuk melepaskan celana dalamku dengan posisi menungging belum lagi aku harus bekonsentrasi agar suaraku tidak keluar dengan keras walaupun pada akhirnya aku berhasil menurunkan celana dalamku sampai ke lutut,

“hhuuu… mantab….” katanya sambil merabahi vaginaku dari belakang, “kamu mau tahukan gimana rasanya ngent*t di depan suamimu sendiri,” katanya lagi sambil menunjuk ke arah suamiku yang sedang mengajari anaku Aldi,
“pak, ja-jangan…” aku sangat takut sekali kalau suamiku melihat ke arahku, tiba-tiba aku di kejutkan dengan jari telunjuk pak Rafii Ahmad yang langsung memasuki vaginaku sehingga aku terpekik cukup keras,
“sayang… ada apa?” kata suamiku dari dalam, saat mendengar suaraku.
“aahkk… tidak pa, cuman hhmm.. tadi ada tikus lewat,” jawabku asal-asalan agar suamiku tidak curiga ke padaku, tetapi untungnya suamiku tidak melihat ke arahku, dalam ke adaan terjepit seperti ini pak Rafii Ahmad masih asyik mempermainkan vaginaku dari belakang,
“ada tikus??” katanya lagi seolah-olah tidak percaya, “apa perlu papa yang usir,” mendengar tawarannya nafasku teras berhenti tetapi untungnya aku masih banyak akal,
“aahhgg… ga usah hhmm.. pa…” kataku terputus-putus menahan rasa nikmat yang di berikan pak Rafii Ahmad kepadaku, untungnya suamiku tidak curiga dengan suaraku,
“asyikan Bu, ngobrol dengan suami sambil di mainin memiawnya,” aku memandangnya dengan wajah yang memerah karena nafsuku sudah di puncak, “ko’ diam cepat ajak suami Ibu ngobrol,” mendengar perkataanya aku langsung melotot ke arahnya, “Ibu mau kalau suami Ibu tau apa yang sekarang Ibu lakuin,” mendengar ancamannya aku kembali terdiam,
Dengan sangat terpaksa aku kembali mengajak suamiku mengobrol, walaupun di dalam hati aku merasa was-was takut kalau suamiku menyadari suaraku yang berubah menjadi desahan,
“paaa… ma-mau minum apa?” tanyaku yang kini sedang diperkosa oleh pak Rafii Ahmad, tanpa kusadari pak Rafii Ahmad sudah memposisikan penisnya di depan ibir vaginaku sehingga beberapa kali aku terpanjat saat pak Rafii Ahmad menghantamkan penisnya dengan sangat keras ke dalam vaginaku,
“terserah mama saja… papa sama Aldi ikut aja,”
“iya ma, apa aja asalkan enak,” sambung Aldi,

Waktu demi waktu telah berlalu sehingga sampai akhirnya sikapku berubah menjadi sedikit liar dan mulai menyukai cara pak Rafii Ahmad memperkosaku walaupun pada awalnya hatiku terasa miris sekali di perlakukan seperti ini,
“aahk…. pak hhmm.. enak,” aku melenggu panjang saat orgasme melandahku, kini perkosaan yang ku alami berganti dengan perselingkuhanku dengan pembantuku,
“ohhk… memiaw istri majikan ternyata enak sekali, ahhkk…” katanya yang terus-terusan menggoyang penisnya di dalam vaginaku,
“pak… aahhkk… eehkk… aku, hhmm… ingin keluarrr, uuhhkk…” kali ini suaraku terdengar sangat manja

Beberapa menit kemudian kami mengerang bersamaan saat kenikmatan melanda kami berdua, setelah merasa puas aku dan pak Rafii Ahmad kembali merapikan pakaian kami masing-masing, sebelum pak Rafii Ahmad pergi meninggalkanku sempat terlihat seyumannya yang tersungging di bibirnya. Setelah membuatkan minuman aku kembali ke kamarku menemui anak dan suamiku, mereka terlihat tanpak senang sekali melihatku hadir dengan membawa minuman dan makanan kecil,
“ini di minum dulu, nanti baru di lanjutin lagi,” kataku sambil meletakan cangkir dan piring di atas meja kecil yang di gunakan Aldi untuk belajar,
“makasi mama…” kata Aldi yang langsung saja menyambar minuman yang baru ku bikin, entah kenapa setiap kali melihat Aldi hatiku terasa menjadi damai, dan semua masalah seperti terlupakan, Aku merasa sedikit aneh, saat suamiku memandangku dengan tatapan mencurigakan sehingga aku memberAyu Ting tingkan diri untuk bertanya ke padanya,
“ada pa, ko memandang mama seperti itu” kataku sambil mengupas jeruk untuk Aldi yang sedang menulis, suamiku mendekatkan mulutnya ke telingaku, “hhmm.. sayang ko’ kamu bau hhmm… gitulah…” mendengar pertanyaannya jantungku terasa berhenti,
“bau, bau apa pa?” tanyaku untuk memastikan apa maksud dari pertanyaan suamiku,
“kamu tadi ko’ lama ma,” kami terdiam beberapa saat, “mama abis dari kamar mandi ya, hhmmm… papa jadi curiga ni,” katanya sambil tertawa memandangku, mendengar perkataanya aku menjadi sedikit lega,

“Iya ni pa, abis kangen si…” kataku manja sambil mencubit penis suamiku,
Setelah yakin Aldi tertidur pulas, suamiku mengjakku untuk melayAyu Ting tingnya semalaman suntuk. Tubuhku memang terasa lelah karena seharian harus mengalami orgasme, tetapi di sisi lain aku sangat senang karena suamiku tidak mencurigai aku karena bau tubuhku seperti bau orang yang habis bercinta. Gimana cerita panasnya asik kan?

Cerita Anak Kost Jakarta Saat Ini

October 9th, 2012

Kondisi parah anak kost jaman sekarang – Informasi dari Tim Survey yang membuktikan bahwa Survey terhadap kehidupan anak kost-kost-an di Kota Jakarta sudah semakin meresahkan :

Sudah 3 hari belakangan ini Kamelia numpang menginap di kost-an ku yang kecil di daerah Kuningan. Awalnya saya agak khawatir dengan perubahan suasana ini. Kamelia cuma menumpang sementara di sini padahal saya bingung “gimana perasaan cewek gue”. Untuk mencari penegasan saya tatap wajah muda Kamelia yang cantik dan lucu. Kamelia membalas tatapan saya tanpa berkedip. Sebersit saya membaca kegenitan di dalamnya, sayapun menyerah…

Hari pertama, 6 Juni 2011. Kamelia nampak begitu kalem dan sopan. Ketika itu si Mitha (cw gue) juga ada dan dia oke-oke aja setelah mendapat penjelasan logis. Mitha duduk di sofa didepan TV, dan saya duduk di bangku di depan meja komputer. Kamelia nampak menjaga jarak dengan saya, dia duduk tidak bergeming di samping Mitha sambil menikmati soap opera dan MTV (Music Television). Saya mencoba menggoda Kamelia. Tapi female satu ini seperti batu, Mitha dan dia saling menatap tanpa berkedip.

Hari pertama agak sorean. Problem mulai muncul ketika Mitha pulang meninggalkan kost-an, membiarkan saya dan Kamelia berdua di kamar kost adalah hal yang janggal, saya tidak tahu harus bersikap bagaimana, saya grogi dan nervous apalagi begitu mobil Mitha berlalu, Kamelia langsung mendekati saya dengan penuh roman. Saya duduk di sofa dengan perasaan tidak nyaman. Kamelia mendekati saya dan ikut duduk di samping. Kaki saya yang terjulur ke atas coffe table di sentuhnya dengan halus, pinggang saya disenderinya dengan santai, merasa agak terganggu, saya berdiri dan pindah duduk di depan komputer lagi. Kamelia mengikuti.

Saya berpura-pura sibuk membuka internet, tapi Kamelia berdiri di sana menatap saya dengan pandangan yang sendu dan mengundang. Saya tanyakan, “Apa kamu belum makan siang?” Tapi Kamelia tetap terdiam seakan dia meminta sesuatu yang lain. Saya termangu tidak mengerti apa maksudnya.Tapi karena saya ini termasuk laki-laki yang tahan godaan, jelas saya tidak mau berpikiran yang bukan-bukan. Saya cuekin Kamelia seharian.

Hari kedua, 7 Juni 2011.
Kamelia makin liar menjadi-jadi, Kamelia menggoda saya habis-habisan. Tubuhnya yang langsing selalu dicoba menempeli saya dengan kurang ajar. Walaupun Kamelia cantik, dan suaranya lembut menarik, saya tidak mau jatuh tertarik padanya. Ketika saya bentak, “Kamelia Please………….Jangan ganggu saya.” Dia tetap saja berkepala batu. Bahkan ketika saya duduk disofa kembali, Kamelia mencoba membaringkan tubuhnya di pangkuan saya. Saya marah dan berdiri, kemudian saya berjalan dan membaringkan tubuh di kamar.

Angin dari fan yang bertiup dingin dan matahari yang masih nampak garang siang ini membuat saya jatuh tertidur 5 menit kemudian. Samar-samar saya merasa ada sesosok tubuh berbaringan di samping kanan. Tubuh hangatnya yang halus menyentuh lengan saya secara lembut dan mengundang. Sejenak saya merasa, barangkali si Mitha balik lagi untuk mengambil barang yang biasanya tertinggal, tapi lama- lama saya menyadari tubuh hangat ini pasti bukan Mitha.

Saya terkejut lalu bangkit secara tiba-tiba. Kali ini saya benar-benar murka melihat Kamelia sedang berbaringan secara santai dan erotis di samping saya.Padahal sebelum ada perkawinan, saya berpikiran untuk tidak tidur dengan mahluk bergender perempuan. Itulah sebabnya saya bentak Kamelia untuk jangan berbuat kurang ajar, karena sudah tidak tahan saya berdiri dan membuka pintu kost-an. “Keluar..!”, teriak saya tidak sabar. Wajah Kamelia nampak lesu dan sedih. Dua detik dia termenung untuk kemudian berjalan perlahan. Saya tidak lagi ingat akan segala bujuk rayunya, persoalan ini akan semakin membesar jika saya membiarkan Kamelia lebih lama menetap di kost-an. Langkah Kamelia yang seksi berhenti 10 meter dari pintu.

Karena saya takut dia akan merubah niat untuk berbalik kembali ke sini, saya berteriak “Dont you ever think about that !!!” Kamelia menatap saya secara kurang ajar, lalu membalas teriakan dengan keras:

“Guuukkkk..!! Guuuukkkkkk..!! Gggrrgghh…!” Anjing jalanan itu akhirnya kembali ke asalnya… Lagian mana mungkin ditempat kost sekecil ini, saya membawa peliharaan?!? Lucu gak ya ceritanya?

Kisah Suster Perawat Nakal

October 9th, 2012

Cerita panas ini sangat seru dan mengairahkan, dan bermula dari sebuah pengangkatan pegawai, dan pegawai ini cewek yang bikin nafsu birahi. Cewek cantik ini sangat amoy, dan memiliki toket gede. Tentu para pria ingin banget ngentot dengan cewek ini. Jika terjadi gadis bugil telanjang ini, sangat amat di inginkan, terutama saya sendiri. Baiklah cerita 18  tahun ini akan segera saya mulai, simak cerita nya berikut ini.

Saya adalah seorang Penjual alat-alat medis untuk keperluan rumah sakit. Saya memliki kisah yang terjadi tahun 2002 lalu. Kisah ini bermula saat saya mengangkat seorang pegawai baru yang bernama Angelina, dia adalah orang yang supel, ceria dan memliki kesabaran mendengarkan orang lain terutama bagi konsumen. Perawakannya Tinggi, putih dan matanya “nakal”, “Biarin” pikir saya, selama dia mampu menjualkan alat-alat medis perusahaan, dia tetap layak dipertahankan sebagai karyawan marketing yang digaji dengan baik.

Walaupun kadang melihat Angelina pengin banget ngerasain tubuhnya. tetapi saya tidak mau terlibat cinta dengan karyawati saya, apalagi Making Love, walaupun saya sendiri belum menikah, wibawa saya sebagai boss bisa luntur jadi bubur. Alkisah saya memesan alat USG dua minggu yang lalu, dan kini tibalah barang pesanan senilai 450 juta tersebut dihadapan saya. USG (Ultra Sonografi) 3 dimensi berwarna. Angelina tentu saja ikut terlibat dalam transaksi ini.

Siang itu setelah Angelina menjemput barang pesanan tersebut dari jasa courier, sekarang dua wujud menakjubkan itu ada di depan saya. Yang satu Angelina yang lain CKD-USG yang sangat istimewa itu.

Kenapa istimewa, karena kalau untuk USG bayi dalam kandungan, wajah bayi pun bisa nampak seperti foto, juga untuk USG alat-alat dalam yang lain, baik itu ginjal, jantung, pembuluh darah yang besar, maupun ovarium (=telur) dari seorang wanita.

Sempat saya telpon kepada Rumah Sakit pemesan bahwa barang pesanan mereka sudah datang, karena Direktur Medis sudah pulang. Saya telpon ke rumah beliau, dan beliau perintahkan untuk melakukan pengiriman barang jam 8 pagi besok di Rumah Sakit tempat beliau bekerja. Sambil dia pesan, agar barang yang diterima harus sudah siap dipakai dan dioperasikan.

“Mati !’ pikir saya, karena itu artinya hari ini juga saya harus merakitnya, karena alat medis elektronik yang mahal seperti ini, semua komponen dalam bentuk lepas (CKD = Completely Knock Down).

Akhirnya setelah menerima “perintah” dari pembeli, saya panggil bagian service yang Insinyur Elektro untuk mulai merangkai USG ini. Mulai sore tersebut, akhirnya dengan berdebar-debar, selesailah semua jam 12 malam. Angelina tentu saja tidak boleh pulang hingga malam tersebut, karena sebagai bagian Marketing diapun akan mendapat share keuntungan 5 % dari nilai transaksi ini. Selain melayani kami dengan membuatkan kopi.

Pak Sabastian, 10 tahun lebih tua dari saya yang merakit alat ini sudah nampak kelelahan dan ikut tegang ketika saya mulai menancapkan kabel listrik. “ON”…hiduplah alat mahal ini, kami bertiga termangu-mangu didepan alat ini, selain ini untuk pertama kalinya juga perusahaan kami mendapat pesanan alat ini, juga pertama kali Pak Sebastian merakit. Tinggal kami bertiga di ruang elektrik perusahaan, semua karyawan tentu sudah pulang dan terlelap dirumah masing-masing.

Kami bertiga takjub memandangi alat yang sudah hidup tersebut, nampaknya tidak ada trouble sedikitpun, “Ayo kita coba, kita hanya punya waktu 7 jam sebelum menyerahkan barang ini” suara saya memecah keheningan

“Saya, Pak !” Pak Sebastian langsung menyahut, selain dia sudah hapal alat-alat medis kedokteran, dia juga tahu kecanggihan alat ini dan pemeriksaan yang berharga 500.000 untuk setiap kali total USG seluruh tubuh.

Dengan bersemangat Pak Sebastian melepas bajunya dan tidur dimeja kerja bagian elektronik yang sebenarnya meja ping-pong..Mulailah saya jadi ahli USG dadakan, berbekal buku manual dan seingat-ingatnya pelajaran Anatomi, saya mulai memeriksanya dengan memberinya lubricant / pelincir agar prop USG yang besar ini bisa digeser dengan mudah di badan pak Sebastian. Dari Jantung, Lambung, Kantong Empedu, Pembuluh Darah dan Ginjal.Luar Biasa !, dari layar nampak persis seperti mata saya ada didalam badan Pak Sebastian. Saya dan Angelina tertawa ketika nampak adanya batu kecil di Ginjal sebelah kiri Pak Sebastian, Pak Sebastian langsung meringis kawatir. “Tenang saja Pak, masih kecil sekali, pakai obatpun saya harapkan bisa hilang”. “Saya gantian, Pak” Angelina ikut-ikutan muncul suaranya setelah takjub melihat percobaan saya pada pak Sebastian.

Saya mendadak bengong, selain ruang yang penuh dengan alat elektronik dan hanya ada meja pingpong ini, hanya ada Saya, Angelina dan Pak Sebastian. Saya memandang Pak Sebastian, nampaknya dia mengerti kejengahan saya, “Iya, pak dicoba saja pada Angelina, sekalian untuk dicoba untuk melihat telur dan rahim”, “Tapi.”kata saya. “Sudahlah pak, dicoba daripada nanti kita diklaim nanti saya yang repot” dia menyahut “Cobalah Pak, tidak usah sungkan, biar saya pamit pulang dulu” Pak Sebastian matanya nampak serius, tapi nampak diujung bibirnya senyum kecil, pengertian sekaligus menantang saya untuk “memeriksa” Angelina. “Pamit Pak !, saya pulang dulu” , Langsung dia ngeloyor pergi, mungkin kelelahan, mungkin tidak ingin mengganggu “acara” saya dengan Angelina.

Setelah Pak Sebastian tidak lagi di ruang, tinggal saya bersama Angelina, “Jadi, Pak ?” suara Angelina kembali muncul, saya hanya bisa mengangguk-angguk ‘Ya, silahkan”.

Tanpa ragu sedikitpun Angelina melepas kancing bajunya dan membaringkan diri di meja pingpong, nampak BH Krem dan sebagian payudara yang menyembul, kulit yang putih dan sangat bersih. Aduh…”My Dick” mendadak bangkit ditengah malam !.

Mulailah saya memberikan pelincir di perutnya yang putih dan kencang, “Hi-hi-hi, dingin, pak”. ketika pelincir menetes diperutnya. Saya periksa lambung dan ginjalnya, normal semuanya. Saya tidak berani memeriksanya lebih lanjut. “Pak, sekalian yang lain, mumpung gratis”. Saya mulai menggerakkan prop USG ke bagian tubuh atasnya, karena BHnya masih ditempat tentu saja saya tidak bisa mengarahkan prop tepat ke Jantungnya “Angelina, eh.eh.”..”Oh, ini Pak” Sambil memegang BHnya ” Sebentar, Pak” dengan gaya akrobat seorang wanita, BH Angelina sudah terlepas. Nampak payudara yang sangat indah di depan saya , puting yang kencang dan bagus , payudaranya walaupun tidak besar akan tetapi kencang, nampak kenyal dan sangat proporsional kiri dan kanan. Saya mulai mengarahkan prop USG ke arah Jantungnya dengan menggesernya dari daerah perut. Nampaknya Angelina menikmati geseran prop USG tersebut, kedua putingnya nampak mengeras menjulang. Lebih gila lagi malahan sekarang dia menutup kedua matanya, sambil berdesis pelan. Saya arahkan prop USG tepat di jantungnya, dengan pembesaran 200 X, saya mulai “membaca” ruang-ruang jantungnya. Karena saya mencoba menelusuri bagian kiri dan kanan jantung, tentu saja saya harus berulang-ulang menggeser prop USG, sambil mengatakan padanya apa yang saya baca dari layar monitor.

Tak pernah sekejappun Angelina membuka kedua matanya, sambil terus berdesis-desis pelan. “My Dick” sudah tidak tahan lagi, lihat keadaan seperti ini. Saat tangan kanan saya memegang dan menggeser prop USG, entah dari mana mendadak refleks tangan kiri meremas payudara kanan Angelina. Saya remas-remas dan memain-mainkan pelan payudaranya. Desis Angelina makin jelas kentara, “Terus.Pak”…”Terus Pak” Angelina berbisik…”Mana tahan” pikir saya. Sudah tidak ingat lagi antara boss dan karyawatinya. Saya letakkan prop USG tersebut, sekarang yang memeriksa jantungnya adalah tangan kanan saya di payudara kirinya. Saya isap-isap dan gigit-gigit pelan payudaranya. “Enak Pak.terus.terus” sambil tetap terus menutup mata..

Saya jilat-jilat dan ciumi perutnya, tangan kanan saya sekarang sudah berpindah ke arah selangkangannya yang masih terbalut rapi dengan rok. Saya elus-elus dengan halus selangkangannya, terasa lembab. “Eh.eh..eh.enak pak”…

Saya masukkan tangan saya kedalam roknya, teraba CD-nya, basah nian, kakinyapun tidak lagi sejajar seperti tadi, sekarang kakinya mementang lebar-lebar memberi kesempatan tangan saya untuk mengeksplorasi selangkangannya lebih lanjut. Saya tarik tepi CDnya, teraba vulvanya yang sudah basah, saya gosok pelan-pelan bibir dalam vaginanya. Lendir vaginanya mempermudah saya untuk menggosok-gosok jari tengah saya ke vaginanya, juga kelentitnya. “Ekh..ekh..ekh”..makin keras suara Angelina.

“Sebentar yaa”..mendadak saya bangkit, saya segera matikan USG dan lampu ruang elektronik yang terang benderang itu dengan segera. Saya lepas segera semua baju yang saya kenakan juga CD saya. Saya sudah tidak sabar lagi. Angelinapun juga tidak mau kalah, tanpa diperintahkan, langsung dia lepas semua baju, rok, dan CDnya. Dari remang-remang penerangan dari ruang sebelah sekarang nampaklah Angelina yang telanjang bulat dan menakjubkan. Bukit kewanitaannya dipayungi oleh rambut yang lebat, “Pantas, alisnyapun lebat” pikir saya. Kini saya langsung mengarahkan mulut saya ke vaginanya, karena lebatnya “hutan” kewanitaannya, saya terpaksa menggunakan kedua tangan saya untuk menyibak “hutan”nya. Gantian sekarang malah Angelina yang mengelus-ngelus dan memilin-milin payudaranya sendiri.

Memeknya berbau khas yang agak keras dan berasa asin, seperti keju belanda. Maklumlah, kami berdua tidak sempat mandi sejak pagi hari tadi. Tapi sudahlah mulut saya sudah dalam posisi itu. Saya jilat-jilat kelentitnya dan naik turun di bibir dalam vaginanya naik – turun. “Pak, masukin.pak” Angelina memohon. Tanpa perintah kedua, saya berdiri. Saya tarik tubuh Angelina ketepi meja pingpong, segera saya masukkan “tongkat naga” saya ke vaginanya. “Bless…” tanpa kesulitan saya masukkan “My Dick” saya, karena lendir di vagina Angelina sudah membanjir, selain posisi saya yang berdiri mempermudah hal itu. Saya pegang pinggulnya, saya tarik dan dorong tubuh Angelina, sesuai dengan arah laju pinggul saya yang maju mundur. “Ekh..ekh..ekh”.terus menerus suara Angelina terdengar keenakan. Setelah 10 menit mendadak tangan Angelina memegang sangat keras kedua tangan saya yang sedang memegang pinggulnya ‘Maaasssss..” Angelina menjerit tertahan…pada saat yang bersamaan, vagina Angelina berdenyut-denyut keras “My Dick” saya yang didalamnya seperti diremas-remas dengan lembut oleh vaginanya. Angelina orgasme hebat, pantatnya tidak lagi terletak dimeja pingpong tapi terangkat keras keatas. Rupanya dia sedang menikmati semaksimalnya orgasme dan keheningan sesaat yang timbul pada dirinya.

Setelah dia agak tenang, saya baru kembali memompanya, terasa agak kering sekarang vaginanya, habis lendirnya. “Sakit, mas..sakit, mas” dia mengeluh. “Tanggung” pikir saya. Segera saya ambil pelincir USG yang tergeletak dekat kami, saya olesi kepala “My Dick” saya dan juga vagina Angelina, segera saya masukkan kembali “My Dick” saya kedalam vaginanya, sekarang kembali licin seperti semula. “Terus. mas, enak”…saya tetap dalam posisi semula, sekarang dengan bekal sedikit pelincir diibu jari saya, saya bantu Angelina dengan menggosok-gosok kelentitnya. Kali ini, sungguh sulit saya orgasme, konsentrasi saya buyar total, setelah Angelina memanggil saya dengan sebutan “Mas”, aduh saya ini boss-nya. Tapi “what the hell, what will be, will be”. Kembali saya berusaha konsentrasi untuk mengeluarkan semua isi “My Dick” saya. Rupa-rupanya “perkosaan” saya dengan ibu jari kanan saya memakai pelincir di kelentitnya mengundang kembali orgasme Angelina. Sedangkan otak saya masih berperang antara “Mas dan Pak”.

“Tahan mas.tahan.saya mau keluar lagi”..dalam hitungan menit muncullah “Maaasss.masss..masss.” dan remasan lembut vagina Angelina yang berdenyut-denyut di “My Dick” saya. Angelina orgasme untuk kedua kalinya, tetapi tidak sehebat yang pertama, tangannya meremas keras tangan kiri saya, sedangkan tangan kanan saya masih aktif di kelentitnya. “Rugi, kalau saya tidak orgasme” pikir saya. Segera gantian saya menutup mata, konsentrasi penuh membayangkan vaginanya Sharon Stone. Saya percepat pompaan saya di selangkangannya.

“Akkkkhhhhhhhhhhh..” saya mendengus panjang, saya keluarkan semua isi “My Dick” saya kevaginanya, dan saya tanamkan sedalam-dalamnya “tongkat naga” saya..saya orgasme.

Saya tergeletak disamping Angelina, dua manusia telanjang bulat dengan vagina dan “My Dick” yang berleleran sperma.

Angelina memeluk saya , dijilat-jilat pelan telinga saya “Maaf ya mas, sejak tadi malam memang saya lagi “kepengin”” Angelina berbisik. “Puas mas ?, saya puas sekali”. Saya mengangguk.

“Ayo kita pulang” saya mengingatkan, jam sudah menunjukkan jam 2 malam. Segera kami berdiri dan merapikan baju, Angelina kekamar mandi membersihkan sisa-sisa sperma yang berleleran di vaginanya.

Saya sekarang sendirian di ruang elektronik, lampu sudah saya hidupkan kembali, sambil merokok dan menunggu Angelina kembali ke ruang ini, saya termangu-mangu. “Aduh, sekarang dia panggil saya Mas, padahal saya bossnya, belum lagi kalau dia hamil”.

Vagina Sempit ABG SMP

October 9th, 2012

Cerita ngerasain memek sempit pink gadis smp – Pernah terpikir gak ngerasaain memek abg smp?, bagimana rasanya ngelonin tubuh putih mulus Cewek SMP perawan? Tak terbayangkan olehku begitu nikmatnya berhubungan seks dengan gadis SMP yang masih perawan dan bermeki memerah mudah yang masih sempit. Ingin tau kisahnya, simak cerita ngesex bareng anak smp hot dibawah ini:

Sekian lama aku berteman tak disangka dan diduga diapun mengutarakan maksud dan tujuannya mengajak berteman aku dahalulu karena dia ingin mengenal aku lebih jauh, Bila aku tak jawab,mungkin aku dikira sombong, setelah aku berpikir panjang dengan berbagai pertimbangan keputusan akhirnya aku pilih’Aku menerima jadi pacarnya’ singkat dan penuh malu aku kirim Sms’untuk kata ”IYA AKU MAU JADI CEWEKMU’, dia gembira bukan kepalang tentu saja orang lain aja belum tentu bisa meraih hatiku, dengan uletnya dan gigihnya akupun luluh karena aku yakin dia tulus sayang sama aku sikap-sikap yang ditunjukin kepadaku telah jadi buktnya.

Namaku Lady Gaga (nama samaran). Kata orang aku cantik, kulitku kuning, hidungku bangir, sepintas aku mirip Indo. Tinggiku 160cm, ukuran Bhku 34, cukup besar untuk seorang gadis seusiaku. Aku punya pacar, Changjo namanya. Dia kakak kelasku, kami sering ketemu di sekolah.

Changjo seorang siswa yang biasa-biasa saja, dia tidak menonjol di sekolahku. Prestasi belajarnyapun biasa saja. Aku tertarik karena dia baik padaku. Entah kebaikan yang tulus atau memang ada maunya. Dia juga mencoba mendekatiku. Di sekolah, aku tergolong populer. Banyak siswa cowok mencari perhatian padaku.

Tapi entah mengapa aku memilih Changjo. Singkatnya, aku pacaran dengan Changjo. Banyak teman-teman cewekku menyayangkannya, padahal masih ada si Anto yang bapaknya pejabat, Si Danu yang juara kelas, Si Andi yang jago basket, dan lainnya. Entah mengapa aku tidak menaruh perhatian pada mereka-mereka itu.Aku dan Changjo telah berjalan kurang lebih 6 bulan. Pacaran kami sembunyi-sembunyi, ya karena kami masih SMP jadi kami masih takut untuk pacaran secara terang-terangan. Orang tuaku sebenarnya melarangku untuk berpacaran, masih kecil katanya. Tetapi apabila cinta telah melekat, apapun jadi nikmat.

Hari Sabtu sepulang sekolah aku janjian sama Changjo. Aku mau nemanin dia ke rumah temannya. Aku bilang ke orang tua bahwa hari Sabtu aku pulang telat karena ada les tambahan. Aku berbohong. Di tasku. telah kusiapkan kaos dan celana panjang dari rumah. Sepulang sekolah, aku ke wc dan mengganti seragamku dengan baju yang kubawa dari rumah. Changjopun begitu.

Dari sekolah kami yang berada di perbatasan Jakarta Timur dan Selatan, kami naik bis kearah Cipinang, Jakarta Timur, rumah teman Changjo. Sesampai disana, aku diperkenalkan dengan teman Changjo, Agus namanya. Rumahnya sepi, karena orang tua Agus sedang ke luar kota. Agus juga bersama pacarnya, Adilla.

Pembantunya pun pulang kampung, sesekali kakak Agus yang telah menikah, datang ke rumah sekalian menengok Agus dan membawakannya makanan. Kakaknya hari ini sudah datang tadi pagi dan akan datang lagi besok, demikian kataAgus. Jadi hanya kami berempat di rumah itu. Kami ngobrol bersama ngalor ngidul.

Tak lama kemudian, Agus dan Changjo pergi ke dapur dan menyiapkan minuman untuk kami. Aku ngobrol dengan Adilla. Dari Adilla, aku tahu bahwa Agus telah berhubungan selama kurang lebih 1 tahun. Keduanya satu sekolah, juga di SMP hanya berlainan dengan sekolahku.

10 menit kemudian, Agus dan Changjo kembali dengan membawa 4 gelas sirup dan dua toples makanan kecil. Setelah memberikan minuman dan makanan itu, Agus berdiri dan memutar VCD.Film baru katanya. Aku enggak ngerti, aku pikir film bioskop biasa. Agus menyilakan kami minum. Aku minum sirup yang diberikannya. 10 menit berlalu, kepalaku pusing sekali, bersamaan dengan itu ada rasa aneh menyelimuti tubuhku.

Rasa..hangat merinding di tv tampak adegan seorang wanita bule yang sedang dientot oleh 2 laki-laki, satu negro dan satu lagi bule juga. Aku berniat untuk pulang, tetapi entah mengapa dorongan hatiku untuk tetap menyaksikan film itu. Mungkin karena aku baru pertama kali ini nonton blue film. Badanku makin enggak karuan rasanya kepalaku serasa berat dan ah rangsangan di badanku semakin menggila.

Aku lihat Agus dan Adilla sudah saling melepaskan baju mereka telanjang bulat di hadapan aku dan Changjo.Mereka saling berpelukan, berpagutan tampak Agus menciumi tetek Adilla yang mungil Agus lalu mengisep-isep pentilnya tampaknya keduanya sudah sering melakukannya . Mereka tampak tidak canggung lagi Adilla mengisep-isep peler Agus persis seperti kejadian di film blue itu . Adilla juga sepertinya telah terbiasa Kontol Agus bak permen, diisep, dikulum oleh Adilla Changjo merapatkan tubuhnya kepadaku.

“Rim .kamu sayang aku enggak?”tanyanya padaku. “Eh..emang kenapa, Din ?”kataku kaget karena aku masih asyik menyaksikan Agus dan Adilla “Aku pengen kayak gitu .”kata Agus sambil menunjuk pada Agus dan Adilla yang semakin hot. Tampak Agus mulai menindih Adilla, dan memasukkan batang kontolnya ke nonok Adilla. Dengan diikuti teriakan kecil Adilla, batang kontol itu masuk seluruhnya ke nonok Adilla. Gairahku melonjak-lonjak entah kenapa?Seluruh badanku merinding .”Lady?”kata Changjo lagi. “Eh enggak ah enggak mau malu .”kataku. “Malu sama siapa?”kata Changjo.

Tangannya mulai merayapi dadaku. Kutepis pelan tangannya. “Malu sama Agus dan Adilla tuh “kataku. “Ah mereka aja cuek ayo dong Lady aku sudah enggak tahan nih “kata Changjo. “Ah..jangan ah “kataku. Gairahku makin tidak keruan mendengar erangan dan rintihan Agus dan Adilla. Tak terasa tangan Changjo mulai membuka kancing bajuku. Entah kenapa aku membiarkannya sehingga bajuku terbuka. Aku hanya mengenakan BH dan celanapanjang jeans.

Adegan di TV makin hot tampak sekarang seorang wanita asia di entot tiga orang bule dua orang memasukkan kontolnya ke memek dan pantatnya sedangkan yang satunya kontolnya lagi diisep oleh si wanita. Keempatnya terlihat sedang merasakan kenikmatan Tangan Changjo mulai merayapi dan meremas-remas buah dadaku yang masih kencang dan belum pernah disentuh oleh siapapun. Aku menggelinjang, geli nikmat ah..baru pertama kali aku merasakan ini. ”Buka Bhnya, ya sayang “pinta Changjo. Aku mengangguk, aku jadi inginmerasakan lebih nikmat lagi Dengan cekatan Changjo membuka Bhku.. aku sekarang benar-benar telanjang dada.

Changjo mengisepi pentilku memencet-memencet buah dadaku yang masih kenyal dan bagus “Tetekmu enak bener, sayang belum pernah ada yang pegang yaa”kata Changjo sambil terus meremas tetekku dan mengisepi pentilku “Belum Din ahhh enak Din terus terus..jangan berhenti .”kataku. Kenikmatan itu baru kali ini aku rasakan. Kulirik Agus dan Adilla, mereka sekarang bermain doggy style.

Adilla berposisi nungging dan Agus menusuknya dari belakang terdengar erangan dan eluhan mereka Gairahku makin menggila “Buka celanamu ya sayang aku udah pengen nih “pinta Changjo. “Jangan Din takut .”kataku. “Takut apa sayang?”kata Changjo. “Takut hamil “kataku. “Enggak Din, aku nanti keluarnya di luar memekmu sayang kalo hamilpun aku akan tanggung jawab, percayalah “katanya.

Aku diam saja Changjo mulai membuka ristleting celanaku, aku diamkan saja .tak lama kemudian, dia memerosotkan celanaku tampak memekku yang menggumpal dengan jembut yang lumayan tebal. Changjo pun memerosotkan celana dalamku Aku benar-benar polos bugil. Changjopun membukaseluruh bajunya, kami berdua telanjang bulat.

Tangan Changjo tetap meremas-remas tetekku Kulirik Agus dan Adilla, eh mereka bersodomi Adilla sudah biasa bersodomi rupanya kulihat kontol Agus maju mundur di pantat Adilla sedangkan tangan kiri Adilla mengucek-ucek memeknya sendiri yang sudah basah Erangan mereka terdengar makin sering .Changjo terus mengerjaiku, tangannya mulai merayapi jembutku. Salah satu jarinya dimasukkan ke nonokku”Ah..sakit, pelan-pelan, Din..”teriakku ketika jari itu memasuki nonokku.

Changjo agak sedikit mengeluarkan jari itu dan bermain di bibir kemaluanku tak lama kemudian nonokku basah . “Din, isep dong punyaku “pinta Changjo sambil menyodorkan kontolnya ke mukaku. “Ah..enggak ah “kataku menolak. “Jijik ya? Punyaku bersih kok ayo dong Adilla saja berani tuh “pinta Changjo memelas.

Dengan ragu aku pegang kontol Changjo. Baru sekali ini aku memegang punya laki-laki. Ternyata liat dan keras. Kontol Changjo sudah berdiri tegang rupanya. “Ayo dong Lady sayang “pinta Changjo lagi. Dengan ragu kumasukkan kontol itu ke mulutku, aku diamkan kontol itu sambil kurasa-rasa. Ih, kenyal “Hisap dong sayang seperti kamu makan permen “Changjo mengajariku. Pelan-pelankuisap-isap, kujilati bolong kontol itu dengan lidahku lama kelamaan aku merasa senang mengisapnya kuisep keras-keras..kusedot-sedot, kujilati .kumaju mundurkan kontol itu di dalam mulutku terdengar berulang kali erangan Changjo. “Ah ah. uuuhhh enak sayang teruskan ..” erang Changjo. Tangan Changjo terus mengucek-ucek nonokku.

Sudah tidak sakit lagi sekarang, mungkin sudah basah Aku jadi senang mengisap kontol Changjo terus kulomoh kuisap..kujilati kusedot-sedot ih..enak juga, pikirku Tiba-tiba Changjo menarik kontolnya dan mengarahkannya ke nonokku Aku pasrah, dimasukkannya kontolnya ternyata meleset, Changjo melumuri tangannya dengan ludahnya kemudian tangannya itu diusapkan ke kontolnya dan mencoba lagi memasukkan kontolnya ke liang nonokku, ketika kepalanya masuk ke nonokku, aku berteriak”Aduuh sakit Din pelan-pelan dong ” Gairah semakin meninggi .aku ingin merasakan kenikmatan lebih.

Changjo melesakkan kontolnya ke nonokku pelan kurasakan sesak nonokku ketika kepala kontol itu masuk ke dalamnya Changjo lagi menghentakkan kontolnya sehingga amblas semuanya ke dalam nonokku .”Ahhh perih Din “kataku. Changjo diam sebentar memberikan waktu kepadaku untuk menenangkan diri. “Tenang Din, sebentar lagi kamu akan terbiasa kok “katanya. Pelan-pelan Changjo mengocokkontolnya di nonokku.

Masih terasa perih sedikit kocokkan Changjo semakin kencang Aneh, perih itu sudah tidak terasa lagi, yang ada hanya rasa nikmat nikmat sekali “Terus Din Terus ahhhh ah .enak .”kataku. Sempat kulirik Agus dan Adilla masih terus bersodomi. Gimana rasanya disodomi ya, pikirku Agus semakin menggencarkan kocokkanyya Aku semakin menggelinjang .ah ternyata ngentot itu nikmat .surga dunia coba dari dulu.. kataku dalam hati .”Din ah.ah .aku aku .”entah apa yang aku ingin ucapkan. Ada sesuatu yang ingin kukeluarkan dari nonokku entah apa “Keluarkan saja sayang kamu mau keluar .”kata Changjo. “Ahh iya Din aku mau keluar ..”tak lama kemudian terasa cairan hangat dari nonokku .

Changjo terus mengocok kontolnya kuat juga pacarku ini, pikirku. “Satu nol, sayang”kata Changjo tersenyum. Changjo mencopot kontolnya, aku sedikit kecewa “Kenapa dicopot Din..”tanyaku. “Kita coba doggy style, sayang “jawabnya sambil membimbingku berposisi seperti anjing. Changjo menusukan kontolnya lagi sekarang badanku terguncang-guncang keras terdengar erangankeras dari Adilla dan Agus, mereka ternyata telah mencapai puncaknya kulihat peluh bercucuran dari kedua tubuh mereka, dan akhirnya mereka terkapar kenikmatan tampak wajah puas dari mereka berdua Aku sudah hampir tiga kali keluar Changjo tampak belum apa-apa dia terus mengocok kontolnya di memekku.

Sudah hampir ¾ jam aku dientot Changjo, tapi tampaknya Changjo belum menunjukkan akan selesai. Kuat juga aku lemes sekali lalu Changjo mencopot lagi kontolnya dan mengambil baby oil yang tersedia dekat kakinya. Aku ingat baby oil itudipakai untuk melumuri pantat Adilla ketika mau disodomi .eh apakah aku mau disodomi Changjo? “Mau ngapain Din “tanyaku penasaran .”Seperti Adilla dan Agus lakukan, Lady aku ingin menyodomimu sayang “jawabnya. Sebenarnya aku takut, tapi terdorong rasa gairahku yang melonjak-lonjak dan keingin tahuanku rasanya disodomi, maka aku mendiamkannya ketika Changjo mulai mengolesi lubang pantatku dengan baby oil.

Tak lama kemudian, kontol Changjo yang masih keras itu diarahkan ke pantatku meleset dicoba lagi kepala kontol Changjo tampak mulai merayapi lubang pantatku “Aduuuh sakit Din “kataku ketika kontol itu mulai masuk pantatku. “Tenang sayang nanti juga enggak sakit “jawab Changjo sambil melesakkan bagian kontolnya kepalanya sudah seluruhnya masuk ke pantatku “Aduuuhh sakiiiitt “kataku lagi.

“Tenang Rim, nanti enak deh..aku jadi ketagihan sekarang “kata Adilla sambil mengelus rambutku dan menenangkanku. “Kamu sudah sering disodomi, Nggi?”tanyaku. “Wah bukan sering lagi hampir tiap hari kadang aku yang minta abis enak sih udah tenang saja ayo Changjo coba lagi nanti pacarmu pasti ketagihan ayo..”kata Adilla sambil menyuruh Changjo mencoba lagi.

Changjo mendesakkan lagi kontolnya sehingga seluruhnya amblas ke pantatku. Terasa perih di pantatku .”Tuuh kan sudah masuk tuh enak kan nanti pantatmu juga terbiasa kok kayak pantatku ini enak kan jadi enggak ada hari libur, kalo lagi mens-pun tetap bisa dientot hi hihi “kata Adilla. Aku diam saja. Ternyata sakit kalo disodomi .Changjo mulai mengocok kontolnya di pantatku. “Pelan-pelan, Din masih sakit “pintaku pada Changjo.

“Iya sayang enak nih sempit”katanya. Adilla ke belakang pantatku dan mengucek-ucek nonokku dengan tangannya aku semakin menggelinjang nikmat “Adilla ah .enak “kataku. “Ayo Din, kocok terus, biar aku mengucek nonoknya, biar rasa sakit itu bercampur rasa nikmat”kata Adilla pada Changjo. Benarsekarang rasa sakit itu tidak muncul lagi hanya nikmat .”Hai sayang ini ada lobang nganggur mau pake? Boleh kan Changjo? Lubang yang satu ini dipake pacarku Agus “kata Adilla.

“Tanya Lady saja deh, aku lagi asyik nih”jawab Agus sambil terus mengocok kontolnya di pantatku. “Gimana Lady? Bolehkan? Enak lo di dobelin aku sering kok “pinta Adilla. “Ah..jangan deh “kataku.”Sudahlah Lady, kasih saja aku rela kok”kata Changjo. Tiba-tiba Agus merayap di bawahku dan menciumi tetekku. Kontolnya dipegang oleh Adilla dan diarahkan ke nonokku.

Dengan sekali hentakan, kontol itu masuk ke nonokku. “Jaang “kataku hendak berteriak jangan tetapi terlambat, kontol itu sudah masuk ke nonokku. Jadilah aku dientot dan disodomi. ½ jam Agus dan Changjo mengocok kontolku.

Aku lemes sekali baru sekali dientot sudah diduain tanganku sudah tidak kuat menopang badanku. Kakiku lemes sekali. Kenikmatan itu sendiri tidak adaduanya .aku sebenarnya jadi senang dientot berdua begini tapi mungkin kali ini kurang siap.

Aku keluar 2 kali sebelum Agus mencopot kontolnya dan memasukkan kontolnya ke mulut Adilla. Adilla menghirup peju yang keluar dari kontol Agus dengan nikmat. Kemudian Changjo melakukan hal yang sama, tadinya aku ragu untuk menghirupnya, tapi lagi-lagi rasa penarasan pada diriku membuatku ingin rasanya menikmati pejunya Changjo. Changjo memuntahkan pejunya dimulutku akupun menelannya.

Ah..rasanya asin dan agak amis setelah kontolnya bersih, Changjo mencopot kontolnya dan menciumku yang sudah KO di kasur. “TeLady kasih sayang aku puas dan sayang sama kamu “katanya lembut. Aku diam saja sambil merasakan kenikmatan yang baru pertama kali aku rasakan. Badanku lemes sekali Kulihat di seprai ada bercak merah..darah keperawananku dan mungkin bercampur dengan sedikit darah dari pantatku yang mungkin juga sobek karena dirasuki kontol Changjo.

Aku mencoba duduk, ah masih terasa sakit di kedua lubangku itu, lalu aku menangis di pelukan Changjo .”Din, aku sudah enggak perawan lagi sekarang jangan tinggalkan aku yaa .”kataku pada Changjo. Kulihat Adilla dan Agus sudah tidur berpelukan dalam keadaan telanjang bulat.

“Iya sayang aku makin cinta sama kamu aku janji enggak akan meninggalkanmu tapi kamu harus janji yaa “katanya. “Bener Din? Kamu enggak ninggalin aku? Tapi janji apa ?”kataku balik bertanya. “Janji, kita akan mengulangi ini lagi aku bener-bener ketagihan sekarang sama nonokmu dan juga pantatmu, sayang “kata Changjo sambil mengelus rambutku. Aku diam saja, aku juga ingin lagi..aku juga ketagihan kataku dalam hati. “Janji ya sayang “katanya lagi mendesakku.

Aku hanya mengangguk. “Sudah jangan nangis sekarang kamu mau langsung pulang atau mau istirahat dulu?”tawar Changjo. Aku pilih istirahat dulu lalu akupun tertidur berpelukan dengan Changjo. Hari ini baru pertama kali aku berkenalan dengan sex. Ternyata enak dan nikmat. Catatan, lady gaga serta Changjo disini bukan mamamonster hanya nama samaran saja.